Astra Drive Safe
Topik
Berkendara Minim Resiko
TEMPO Interaktif, Jakarta -Reaksi mendadak dalam keadaan darurat (evasive breaking serta judge and react), bagaimana bereaksi saat ban belakang pecah (blown out), skid control (kondisi tergelincir), dan break and slippery (pengereman di kondisi licin). Ini adalah sederet sesi outdoor yang secara bergiliran mengikuti rangkaian penutup pelatihan dan kampanye Always Drive Safe dari Asuransi Astra.
Gelaran penutup yang diikuti empat klub otomotif serta pelanggan Garda Oto dan member AstraWorld berlangsung di Bridgestone Proving Ground Indonesia di kawasan Karawang, Jawa Barat, pekan silam.
Sekitar 100 peserta, termasuk dari Toyota Yaris Club Indonesia, Terios Rush Club Indonesia, Sirion Indonesia Club, dan Avanza Xenia Club, mengikuti seluruh sesi pelatihan yang digelar Asuransi Astra-Garda Oto bekerja sama dengan AstraWorld, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dan Garda Oto Racing Team. Keempat klub tersebut berkompetisi memperebutkan gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009”. Mereka berkompetisi dan diuji dalam hal penguasaan materi, mengikuti berbagai permainan dan kuis di sesi indoor dan outdoor.
Di dekat paddock digelar sesi reverse parking dan permainan drunk driver. Dengan suasana yang dibangun sangat interaktif, panas terik di sirkuit tak begitu dihiraukan. Beberapa peserta pun mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berharga sebagai referensi berkendara yang bisa ditularkan kepada siapa saja.
Keselamatan berkendara menjadi kebutuhan seiring meningkatnya mobilitas. Sayangnya, pemahaman tentang itu lebih banyak bertolak belakang dengan fakta dan dampak negatifnya. Itulah salah satu hal yang melatarbelakangi digelarnya pelatihan dan kampanye Always Drive Safe sepanjang 2009.
Jusri Pulubuhu dari JDDC yang memberikan materi tentang Crash Free Driving Clinic menekankan konsekuensi kecelakaan lalu lintas dan mengajarkan teknik-teknik mengemudi dengan meminimalkan risiko. Para peserta yang mengikuti diskusi memberikan respons yang cukup beragam.
Seluruh rangkaian kampanye Always Drive Safe 2009 diharapkan bisa menumbuhkan perilaku berkendara secara positif di berbagai kondisi jalan raya. “Ini menjadi salah satu kontribusi untuk mewujudkan road safety di Indonesia sesuai misi kami, yaitu to be a good corporate to the communities where we live in,” ujar Laurentius Iwan Pranoto, Marketing Communication & Public Relation Head PT Asuransi Astra Buana.
Selain kompetisi antarklub, para peserta juga diberikan kesempatan untuk merasakan tandem bersama pembalap Garda Oto Racing Team Fitra Eri dan manajer teknis Garda Oto Racing Team, Taqwa SS. Beberapa peserta yang beruntung duduk di kursi penumpang Toyota Yaris dan Toyota Vios, dua mobil balap andalan Garda Oto Racing Team, melaju dengan kecepatan lebih dari 150 kilometer perjam mengelilingi Bridgestone Circuit sebanyak dua lap. Rona kepuasan pun terpancar di setiap wajah peserta, termasuk beberapa peserta wanita yang mendapat kesempatan langka menguji adrenalin di lintasan balap.
Animo yang tinggi dari para peserta menjadi kendala tersendiri bagi para instruktur. Karena keterbatasan waktu yang tersedia, mereka dituntut menyampaikan materi lebih selektif. “Kami memberikan materi yang membahas seputar “bebas dari kecelakaan” dan lebih spesifiknya kami menyebutnya sebagai dynamic driving,” ujar Jusri Pulubuhu.
Menurut Jusri, hal tersulit yang dilakukan dalam berkendara, yaitu saat pengereman. Kelihatannya sangat sederhana dan mudah, tapi pada praktiknya pengereman yang aman banyak sekali faktor yang mempengaruhinya.
Ada tiga elemen yang harus diperhatikan saat mengerem, yaitu waktu reaksi, jarak tempuh, dan titik berhenti. Secara gamblang, Jusri menekankan pengereman aman memanfaatkan deselerasi lewat engine braking dan rem kaki (service brake). “Jangan melakukan pengereman dengan free wheel atau menginjak kopling. Itu adalah cara pengereman yang berisiko tinggi,” katanya.
Kepedulian yang tinggi dari berbagai pihak terhadap pentingnya keselamatan berkendara akan turut berkontribusi mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Jusri menekankan perlunya edukasi yang disesuaikan dengan budaya masyarakat di Indonesia.
“Imbauan atau peringatan yang menggunakan bahasa lokal seperti “Ngebut Benjut” akan lebih efektif dibanding kalimat “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak,” katanya. Ketika membaca “Ngebut Benjut”, secara otomatis pengendara akan mengurangi kecepatan dan lebih berhatihati. Tapi ketika kondisi jalan agak lengang dan tak terlihat ada anakanak, peringatan “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak” sangat berpotensi diabaikan pengendara.
Hal menarik dalam kegiatan Always Drive Safe 2009 kali ini adalah keikutsertaan klub mobil sebagai terobosan dalam kampanye aman berkendara. Selain diharapkan bisa lebih efektif, kehadiran anggota klub yang mengutamakan keselamatan bisa dijadikan contoh bagi pengguna jalan lainnya. Hasilnya, AXIC yang sejak awal juga menunjukkan kekompakan tim, akhirnya meraih gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009” dalam rangkaian penutup Always Drive Safe 2009.
Asuransi Astra telah menggelar kampanye Always Drive Safe ini sejak 2006 dan melibatkan berbagai kalangan dan komunitas, termasuk dari internal perusahaan. Selain komunitas klub mobil, juga diikuti instruktur sekolah mengemudi, pelajar, dan jurnalis. Tempat pelatihan tak hanya di sirkuit tapi juga merambah ke pusat perbelanjaan, sekaligus menarik minat kalangan wanita dan keluarga. Dengan tema “Always Drive Safe: Family On Board”, Asuransi Astra tampaknya juga berupaya mengajak para orang tua untuk berkendara aman demi keselamatan keluarga.
Metode kampanye yang memadukan pelatihan dan kompetisi seperti yang dilakukan Asuransi Astra boleh jadi mampu memberikan stimulus bagi siapa pun, termasuk usia anak-anak, untuk lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya.TIM INFO TEMPO