TEMPO/Aditya Herlambang
Topik
Dede Manusia Pohon Akan Jalani Operasi Kesepuluh
TEMPO Interaktif, Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, akan kembali mengoperasi Dede "Manusia Pohon", 38 tahun. Operasi ke-10 itu untuk menipiskan kutil besar yang menumpuk di kedua tangannya.
"Sudah dipanggil dua kali agar ke rumah sakit, tapi dia belum siap," kata Ketua Tim Operasi dr Hardi Siswo Soedjana di ruangannya, Senin (21/12).
Alasan ketidakhadiran itu, ujar dia, karena Dede masih ingin beristirahat. Harusnya, Dede kembali menjalani pemeriksaan laboratorium lengkap di RS Hasan Sadikin untuk mengetahui kondisi hati atau ginjalnya setelah Lebaran lalu. "Dede memang kurang disiplin untuk kontrol," ujarnya.
Tim dokter meminta Dede untuk diperiksa tiap enam bulan sekali. Operasi penipisan kutil yang kemungkinan dilakukan tahun depan itu, ujar dia, agar fungsi tangan Dede tidak terganggu. Sejauh ini, operasi yang sudah dimulai sejak 2007 lalu itu sedikit demi sedikit berhasil menipiskan kutil di bagian muka dan bagian tubuh lainnya, kecuali di bagian tangan dan sebagian kaki.
"Kutil di tangan itu tumbuhnya hebat," ujarnya. Kemungkinan, kulit tangan yang ikut terangkat nantinya bersama kutil, akan diganti dengan penempelan kulit dari bagian punggung. Jika memungkinkan, operasi juga akan berlanjut ke bagian kaki.
Tiap kali mengoperasi Dede, kata dokter bedah itu, biayanya mencapai Rp 5-10 juta. Selama ini pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan tersebut.
Dede menderita epidermo displacia veruciformis disertai giant cutaneous horn. Tim dokter menilai kasus itu cukup berat karena akar kutil telah melilit sampai ke tulang. "Kalau diambil semua, tulangnya bisa terbawa," katanya.
Hardi berharap Departemen Kesehatan dan RS Hasan Sadikin membuat tim riset khusus untuk menangani kasus penyakit Dede yang langka dan satu-satunya di dunia.
Tim itu perlu dibentuk, karena selain Dede, seorang pasien dengan penyakt serupa juga pernah ditangani RS Gatot Subroto, Jakarta. Tapi, kasusnya lebih ringan daripada Dede, sehingga kulitnya bisa langsung bersih.
Selain itu, tim dokter juga menanti penemuan obat baru yang bisa menghambat pertumbuhan kutil Dede selama enam bulan hingga satu tahun. Obat sebelumnya yang diberikan ahli Dermatologi dari Maryland AS, Prof Anthony Gaspari, berakibat buruk pada ginjal Dede. "Setelah dua kali suntikan, kami hentikan karena fungsi ginjalnya menurun," jelasnya.
ANWAR SISWADI