Berita Terkait
- Tahun Depan, Kabupaten Tangerang Bangun Empat Megaproyek
- Ricuh, Lelang Proyek Pembangunan Kabupaten Tangerang Ditunda
- Ada 12 Kontraktor Jalan di NTB Harus Mengembalikan Rp 2,4 Miliar
- Pemkot Malang Mendenda ke Pelaksana Proyek Renovasi Stadion Gajahyana
- Kementerian Pekerjaan Umum Sudah Lelang 500 Proyek
Topik
Sedot Rp 12 Miliar, Megaproyek Akuarium Raksasa Masih Butuh Anggaran Tambahan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Jepara tahun depan kembali menganggarkan tambahan untuk megaproyek akuarium raksasa dengan desain kura- kura yang berada di Pantai Kartini Kabupaten Jepara, senilai Rp 3,9 miliar. Kehadiran proyek ini banyak dipersoalkan sebagai proyek yang mubazir. Ukurannya sekitar 500 M2, menjulang ke laut.
Proyek ini sudah berlangsung sejak tujuh tahun silam dan total dianggarkan sekitar Rp 19 miliar. Pada tahapan sekarang sudah menelan biaya Rp 12 miliar. “Pemkab mengajukan dalam anggaran 2010 sebesar Rp 3,9 miliar,” ucap Arofik, anggota Komisi D DPRD Jepara, dihubungi (22/12).
Proyek ini disorot sebagai proyek mangkrak. “Ini seharusnya sudah dalam pengawasan KPK,” ucap Sudarsono, mantan anggota Komisi D DPRD Jepara. Sedangkan sumber di Pemkab Jepara, proyek ini disebutkan berindikasikan KKN. Sudah dianggarkan dana pemeliharaan yang jumlahnya cukup besar, yakni sekitar Rp 60 juta. “Tapi realisasinnya sebagian atapnya bocor, tapi tidak diperbaiki,” ucap sumber itu.
Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat di Jepara pernah mengkritisi megaproyek ini. Mereka meminta agar proyek yang menyerap dana rakyat itu, lebih baik dihentikan. Pada tahun anggaran 2009, megaproyek itu dianggarkan Rp 1,9 miliar berikut tambahan dana pemeliharaan Rp 60 juta. “Tapi pelaksanaannya seperti jalan di tempat. Padahal proyek itu sudah menghabiskan belasan miliar rupiah,” ucap Muhammad Zaenuddin, dari Divisi Advokasi dan Pemberdayaan Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia, NU, Jepara.
Tapi tudingan itu, jelas dibantah. “Proyek ini tetap dikerjakan. Tiap hari, sejumlah pekerja terlibat menyelesaikan pekerjaan akuarium,” ucap Ahmad Sumarhadi, Kepala Seksi Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Jepara. Anggaran tahun 2009 sebesar Rp 1,9 miliar, kata Sumarhadi, digunakan untuk perbaikan fisik bagian dalam, seperti: water treatmen, kelengkapan akuarium dan pembangunan interior. “Proyeknya baru selesai 60 persen,” ujar Sumarhadi. Selama ini, sektor pariwisata baru bisa menyetorkan pendapatan asli daerah sekitar Rp 700 juta per tahunnya.
BANDELAN





