Topik
Petani: Percuma Harga Gabah Naik, Jika Harga Pupuk Juga Ikut Naik
TEMPO Interaktif,Cirebon - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah pada 2010 disambut dingin petani. Kenaikan harga gabah tersebut dianggap percuma karena diiringi dengan kenaikan komponen lainnya terutama pupuk.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kabuapten Cirebon, Tasrip Abu Bakar. "Kalau kenaikan harga gabah diikuti dengan kenaikan harga lainnya seperti pupuk, maka percuma saja itu dilakukan," katanya.
Jika pemerintah bermaksud untuk meningkatkan kesejahteraan petani, maka kenaikan HPP gabah seharusnya tidak diikuti dengan pengurangan subsidi pupuk. "Karena pupuk merupakan kebutuhan yang mendasar bagi petani, jadi kalau dinaikkan dan subsidinya dikurangi, percuma saja," katanya.
Tidak hanya itu, Tasrip pun mengungkapkan kenaikan HPP gabah pun seharusnya mendekati angka ideal bagi petani. Ia mencontohkan seharusnya harga gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp 3 ribu/kg sedangkan harga gabah kering giling (GKG) ditetapkan Rp 3.500/kg. "Jika harga itu yang ditetapkan, selain bisa menutupi modal, petani pun bisa mendapatkan keuntungan," katanya sambil menjelaskan jika modal untuk tanam padi satu kali musim tanam mencapai Rp 5 juta per hektarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sofwan Hidayat. "Seharusnya rencana kenaikan HPP gabah memang tidak diikuti dengan rencana kenaikan harga pupuk pula," katanya.
Seperti diketahui saat ini pemerintah memang tengah merencanakan kenaikan HPP gabah yang akan berlaku mulai 2010 mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
HET pupuk bersubsidi memang dikhawatirkan mengalami kenaikan menyusul turunnya alokasi APBN 2010 untuk pupuk bersubsidi. Jika dalam APBN 2009 anggaran subsidi pupuk kimia sebesar Rp 17,5 triliun saat ini sudah turun menjadi hanya Rp 11,3 triliun.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Effendi saat dimintai komentarnya menyatakan dirinya setuju dengan rencana kenaikan HPP yang ditetapkan pemerintah. "Jika HPP betul-betul naik, saya yakin kesejehtaraan petani pun bisa meningkat," katanya.
Namun disisi lain Ali pun mengaku prihatin dengna adanya rencana kenaikan harga pupuk itu. "Saya hanya berharap agar kenaikan harga pupuk itu tidak sampai merugikan petani," harapnya.
IVANSYAH





