Topik
CCTV Penjara Sukamiskin Tak Bisa Merekam
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Satu-satunya Closed Circuit Television penjara kelas I Sukamiskin, Bandung yang terpasang di dinding luar atas pintu gerbang masuk penjara ternyata tak mampu merekam objek atau sosok. Apalagi kegiatan orang yang melintas di bawahnya dengan baik.
"Memang sudah kuno, nggak bisa merekam karena memorinya kecil. Kalau kelas CPU komputer mungkin masih pentium dua,"kata Kepala Penjara Sukamiskin Murdjito saat dihubungi Senin (21/12) petang. "Sudah ketinggalan zaman, nggak optimal digunakan."
Kondisi alat pemantau serupa itu sudah berlangsung menahun. Padahal untuk penjara dengan narapidana kelas berat seperti Sukamiskin zaman sekarang, keberadaan alat pemantau canggih mendesak diperlukan.
Sekadar perbandingan, Murdjito menyebut fasilitas CCTV di tempat tugas sebelumnya, di penjara Bandarlampung.
"Di (penjara) Bandarlampung CCTV sudah lebih canggih bahkan dipasang di 32 titik,"klaim dia. Dulu CCTV yang hingga kini) dipasang di Sukamiskin itu mungkin terhitung canggih, tapi sekarang sudah ketinggalan."
Saat mulai bertugas di Sukamiskin, Murdjito sempat berniat memasang CCTV yang lebih ciamik. "Tapi ternyata kan kami harus membuat usulan anggarannya dulu. Dan itu baru bisa direalisasikan di anggaran tahun depan,"aku dia.
Murdjito optimistis, tahun depan pemasangan CCTV yang memadai itu bisa terlaksana. Apalagi, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar saat berkunjung di Sukamiskin sudah berjanji akan mengupayakan penambahan aparat sipir dan fasilitas pengawasan penjara, seperti senjata api untuk sipir dan closed circuit television khusus yang canggih.
Seperti diketahui, Ahad (20/12) petang sekitar pukul 15.30, terpidana seumur hidup kasus pembunuhan, Rasit Darwis, kabur dari penjara Sukamiskin,Jalan AH Nasution, Bandung, dengan bantuan orang luar penjara yang pura-pura hendak membesuk. Peristiwa ini memakan korban satu sipir penjaga pintu gerbang penjara bernama Asep Suhara (45), yang terluka parah kena tembak pistol orang luar yang membantu pelarian Rasyid.
Jika CCTV di gerbang masuk penjara lebih memadai, sosok dan aksi para pembantu pelarian Rasit pada Minggu (20/12) petang tentu akan terekam. Ini setidaknya bisa banyak membantu kepolisian dalam mengidentifikasi para pelaku.
Murdjito juga menyebutkan hingga kini pihaknya belum menerima informasi dari polisi terkait perburuan Rasit dan komplotannya. "Kalau ada titik terang (terkait perburuan ketiga pelaku) pasti polisi menginformasikan kepada kami,"katanya.
ERICK P HARDI





