Perwira Polisi yang Amankan Suporter Tawuran Meninggal Dunia


TEMPO Interaktif, Tangerang - Jajaran Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang berduka. Salah satu anggotanya Ajun Komisaris Saptomo, anggota Samapta meninggal dunia saat tugas mengamankan tawuran suporter sepakbola di Jalan Moch Toha, Pasar Baru, Kota Tangerang, Selasa (22/12).

Saptomo menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang sekitar pukul 20.15 WIB. Saptomo saat itu mengawal suporter pertandingan sepakbola pulang ke arah Pasar Baru dan Mauk.

Pada saat bersamaan, tawuran terjadi di Lapangan Sukun, persis di belakang Stadion Benteng. Tawuran terjadi antara suporter Persikota yang menjamu tamunya, Produta Yogyakarta dengan warga kampung.

Informasi yang diperoleh Tempo, Saptomo sebelumnya sempat melerai suporter ke arah Pasar Baru itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metropolitan Tangerang, Komisaris Polisi Budhi Herdi Susianto ditemui di RSU Tangerang mengatakan, Saptomo meninggal dalam tugas.

Jenazah Saptomo saat ini sudah dibawa ke Ruang Intalasi Pemulasaran Jenazah di bagian belakang rumah sakit. Puluhan anggota polisi mengiring kereta jenazah.

Budhi menjelaskan, pihaknya tidak melihat ada luka di sekujur tubuh korban. "Dia memang diplot mengamankan suporter ke arah Pasar Baru. Dia memang memiliki riwayat penyakit diabetes dan darah tinggi, di saku celana baju dinasnya terdapat obat-obatan tersebut," kata Budhi.

Budi juga mengatakan, polisi masih memburu pelaku penembakan empat suporter Persikota."Kami sedang selidiki apakah yang dipakai menembak pelaku senapan angin atau senjata api," kata Budhi.

Empat suporter yakni M. Fahri yang menderita luka tembak di dada, Yogi, Eka, dan Rudi masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSU Tangerang. Sedangkan seorang suporter yang terkena tembakan pada lengan sudah diperbolehkan pulang setelah dilakukan tindakan medis.

AYU CIPTA



Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X