Mertua Noor Din Disergap di Tengah Kebun Kelapa Dekat LAPAN


TEMPO Interaktif, Garut - Sekitar pukul 02.00 dinihari tadi, Kamis (24/12), Bahrudin Latif alias Baridin, mertua gembong teroris Noor Din M Top, disergap aparat. Lokasi penyergapan tersebut terletak di perkebunan kelapa berjarak sekitar 300 meter dari stasiun dirgantara peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Lokasi tersebut berada di kampung Banyuasih, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Keterangan ini diperoleh dari petugas keamanan LAPAN yang sedang piket tadi malam bernama Nandang (33). Saat kejadian, Nandang berada di kantornya dan ia melihat polisi datang memasuki daerah itu. Namun tidak terdengar suara apapun saat penyergapan. “Termasuk suara tembakan,” kata Nandang.

Perkebunan kelapa itu terletak agak jauh dari pemukiman warga. Banyak pekerja tinggal di sana sebagai pembuat gula aren. Namun rata-rata pekerja ini adalah warga luar Cikelet.

Berdasarkan informasi sumber tidak resmi di lokasi kejadian, aparat juga mengamankan satu kardus bahan peledak. Menurut Nandang, petugas saat ini masih banyak di sekitar lokasi penyergapan.

Baridin adalah ayah dari Arina Rahma, guru taman kanak-kanak di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Arina pernah diciduk pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri karena diduga menikah dengan Noor Din M. Top, gembong teroris yang ditembak mati polisi beberapa waktu lalu.

Saat itu, Noor Din dan Baridin sempat menghilang setelah polisi menangkap tersangka teroris Saefudin Zuhry di Nusawungu, Cilacap, 21 Juni lalu. Menurut Kepala Desa Pasuruhan, Watim Suseno, ketika itu Baridin pernah memperkenalkan menantunya kepada warga. Tapi Baridin tidak menjelaskan siapa menantunya tersebut.

Arina adalah adalah istri ketiga warga Malaysia yang sejak awal 2002 lari ke Indonesia itu. Pada awal petualangannya di negeri ini, Noor Din menikah dengan Siti Rahmah, adik Mohamad Rois, yang dipenjara karena terlibat pengeboman di depan kedutaan Australia di Jakarta pada 2004.

Noor Din pada 2004 sempat menetap di Kampung Pendekar Bahan, Bangko Kiri, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Saat itu dia ikut mertuanya, Rusdi.


SIGIT ZULMUNIR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X