Wakil Presiden Puji Semangat Warga Aceh untuk Bangkit

TEMPO Interaktif, Banda Aceh - Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya pada acara puncak peringatan lima tahun tsunami Aceh mengatakan masyarakat Aceh dalam lima tahun terakhir telah menunjukkan semangat yang luar biasa untuk bangkit.

“Ketahanan yang sangat inspiratif,” ujar dia, Sabtu (26/12).

Acara peringatan dipusatkan di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Peringatan diisi dengan ceramah agama dan zikir bersama warga dan anak sekolah. Beberapa menteri dan pejabat pemerintah Aceh tampak hadir.

Boediono mengatakan lima tahun lalu, gempa dan tsunami telah memporak-porandakan kota-kota di Aceh. “Allah telah memberikan kekuatan kepada warga untuk bangkit kembali,” kata dia.

Meski pembangunan pascatsunami ada yang belum usai, semuanya patut bersyukur melihat kenyataan bahwa Aceh telah dapat terbangun kembali dengan lebih baik. Pelajaran yang paling beharga dalam membangun Aceh pascatsunami, kata Boediono, adalah pada tekad. Kalaulah tekad sudah kuat, semuanya bisa dilakukan.

Dia mengharapapkan agar lima tahun tsunami dapat dijadikan sebuah momentum baru untuk bekarya lebih dalam pembangunan Aceh ke depan.

Selain itu, Boediono juga menyinggung soal perdamaian di Aceh. Menurut dia, perdamaian yang telah tercapai adalah hal paling beharga setelah tsunami. Dengan itu, pembangunan akan semakin mudah dilakukan.

Dia mengajak semua pihak untuk terus menjaga komitmen damai. “Butuh waktu bertahun-tahun untuk jaga sebuah perdamaian, tapi hanya butuh waktu satu atau dua hari untuk merusaknya,” kata Boediono mengutip sebuah pepatah.

Ke depan, Boediono menekankan pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun Aceh lebih baik. Untuk itu, dia berjanji menjadikan Aceh sebagai pusat pendidikan seperti yang pernah disandang Aceh dahulu kala, saat masa kerajaan. “Hanya dengan ilmu pengetahuanm kesejahteraan dapat terus berlanjut dari dekade ke dekade.”

Aceh yang sempat terpuruk ekonominya karena konflik dan tsunami, diharapkan dapat terus bangkit dan terbuka terhadap arus barang dan jasa dari luar. Sehingga nantinya masyarakat dapat sejahtera.

Sementara itu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, tsunami dan konflik telah membawa penderitaan besar terhadap masyarakat Aceh. “Sekarang sudah mampu bangkit kembali dan lebih baik,” ujar dia.

Irwandi juga melaporkan beberapa perkembangan Aceh yang dicapai setelah lima tahun tsunami. Perkembangan itu di antaranya adalah pembangunan 140 ribu rumah bantuan, jalan-jalan dan jembatan baru.

Tantangan Aceh ke depan disebutkan masih diperlukan beberapa infrastuktur strategis yang lebih baik. Saat ini masih ada beberapa jalan yang belum selesai seperti lintas Banda Aceh – Calang, beberapa korban tsunami yang belum mendapat rumah dan juga masih diperlukan pembangunan ekonomi masyarakat. “Kami yakin dengan kebersamaan, bisa tuntaskan semua itu,” kata Irwandi. 

 

ADI WARSIDI