Dinas Kesehatan Selidiki "Air Ajaib" di Blitar

TEMPO Interaktif, Blitar - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyelidiki sumber air yang muncul di area persawahan. Sejumlah warga meyakini air tersebut mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Kedatangan petugas Dinas Kesehatan ke lokasi penemuan sumber air di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar ini cukup mengejutkan puluhan warga di tempat itu. Sejak ditemukan pertama kali tiga hari lalu oleh Ny Usrek, 40, warga desa setempat, lokasi tersebut dipadati antrean pengunjung yang ingin meminum air sumber.

Handoko, salah satu petugas Dinas Kesehatan mengatakan fenomena penemuan sumber air ini mengundang kekhwatiran pemerintah daerah setempat. Apalagi sejak dikabarkan jika air itu bisa mengobati berbagai jenis penyakit, warga berbondong-bondong untuk meminumnya. “Ini yang membahayakan,” kata Handoko saat mengambil contoh air, Senin (28/12).

Kondisi sumber air itu sendiri cukup kotor dengan dikelilingi tanah liat. Selain warna airnya sangat keruh karena bercampur tanah, warga juga mengambilnya dengan kaleng bekas. Untuk itu Dinas Kesehatan berencana menyelidiki kandungan air tersebut agar tidak menimbulkan kerancuan di masyarakat.

Sumber air itu sendiri ditemukan Ny Usrek saat berladang di kebun miliknya. Ketika beristirahat di antara tanaman jagung, Ny Usrek melihat air yang mengalir dari dalam tanah. Meski tidak terlalu besar, air tersebut mampu membasahi seluruh areal tanaman jagung yang memang membutuhkan irigasi. “Ini cukup aneh karena sebelumnya tidak pernah ada sumber air di sini,” kata Ny Usrek.

Bersama suaminya, Ny Usrek memutuskan menggali sumber air itu sedalam 50 centimeter. Saat itulah berhembus kabar jika air tersebut berkhasiat hingga mengundang kehadiran warga.

Camat Bakung Henri Bagus mengatakan akan menutup sumber air tersebut jika terbukti tidak mengandung apa-apa. Sebab melihat kondisi air dan lokasi sumber yang sangat kotor dikhawatirkan mengandung berbagai kuman yang mengganggu kesehatan. “Saya akan minta polisi menutupnya,” kata Hendri saat menemani staf Dinkes mengambil contoh air.

Hingga saat ini lokasi penemuan sumber air itu terus didatangi warga yang ingin berobat. Meski tidak dipungut biaya, Ny Usrek memasang kaleng tempat sumbangan untuk merawat sumber air. Aktivitas pelayanan air ajaib ini bahkan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB setiap harinya.

 

HARI TRI WASONO