Pemerintah Gelar Pasar Murah Gula
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan menggelar pasar murah gula dalam dua pekan mendatang untuk mengatasi melonjaknya harga gula di pasaran. Rencananya, harga gula yang dijual pada pasar murah ini lebih murah sekitar Rp 1.500-2000 per kilogram dari harga pasar setempat yang akan ditambal dari subsidi pemerintah.
Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi, mengatakan pasar pasar murah ini berbeda dengan operasi pasar biasa karena pembelian akan dibatasi dengan target pembeli yang sudah ditentukan sebanyak 17,5 juta rumah tangga sasaran sesuai data dari Badan Pusat Statistik. Jumlah yang disediakan maksimal 2 kilogram per rumah tangga sasaran.
“Sasarannya adalah untuk masyarakat berpendapatan rendah. Pembeliannya dibatasi karena kalau enggak dibatasi nanti dijual lagi. Jadi ini untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri,” kata Bayu di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12).
Namun, ia belum bisa memaparkan detail lokasi mana saja dan sampai kapan pasar murah akan diselenggarakan. Yang jelas, pelaksanaannya kemungkinan besar dilakukan lewat Perum Bulog berbarengan dengan pembagian beras miskin (raskin). “Nanti akan kami evaluasi,” ujarnya.
Bayu mengungkapkan, rata-rata nasional harga gula hingga pekan lalu mencapai Rp 9.500-9.700 per kilogram. Meski demikian, harga gula di beberapa daerah sudah ada yang mencapai Rp 12 ribu per kilogram.
Menurut dia, tingginya harga gula di pasaran tak lepas dari melonjaknya harga internasional akibat tingginya permintaan dari India dan beberapa negara di kawasan Asia Selatan. Pada saat yang sama Brasil ternyata menghentikan sementara proses produksinya. “Kan sudah saya katakan berkali-kali,” kata Bayu.
Oleh sebab itu, dia mengungkapkan, kebijakan pemerintah untuk mengimpor gula sebanyak 500 ribu ton awal tahun depan tetap akan direalisasikan untuk mengantisipasi permintaan gula awal pada 2010. “Sebelum tanggal 10 (Januari 2010) sudah masuk,” katanya.
Rencana impor itu diberlakukan setelah stok dalam negeri hingga April 2010 diperkirakan hanya mencapai 610 ribu ton. Padahal kebutuhan gula konsumsi pada periode yang sama diprediksi bakal mencapai 1,2 juta ton.
AGOENG WIJAYA
Web via