Permohonan Izin Hiburan Tahun Baru Di Surabaya Masih Sepi

TEMPO Interaktif, Surabaya -Meskipun malam pergantian tahun tinggal beberapa hari, namun Pemerintah Kota Surabaya mengaku permintaan izik rekreasi dan hiburan umum (RHU) masih sepi. Dari data yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota hanya 34 institusi yang mengajukan izin untuk menggelar kegiatan khusus malam pergantian tahun.

"Padahal kegiatan hiburan ditahun baru biasanya hingga mencapai ribuan," kata Kepala Kesbanglinmas Kota Surabaya, Soemarno, Selasa (29/12).

Ia memperkirakan akan banyak instansi yang menggelar hiburan tanpa izin.

Izin menggelar hiburan malam ini, kata Soemarno, dilakukan diposko perizinan satu atap jalan Menur Surabaya. "Pengurusannya mudah, hanya menyebutkan apa saja kegiatannya, tamu yang didatangkan dan siapa penanggung jawabnya," kata dia.

Sebagian besar yang telah melayangkan izin untuk menggelar hiburan malam tahun baru adalah diskotik, restoran, hotel, dan cafe. "Mereka bisa melakukan kegiatan tahun baru hingga pukul empat dini hari," ujarnya.

Lembaga yang telah mengajukan izin diantaranya pengelola hotel Novotel yang menggelar gala dinner dan Shangrila yang menggelar glamourous new year. Juga ada garade penari yang digelar PT. Grata Megara Surabaya.

Soemarno mengatakan kegiatan yang tidak sesuai izin akan dihentikan oleh pengawas izin hiburan.

Personel pengawas hiburan, lanjut dia, merupakan gabungan dari dinas Kesbanglinmas, Satuan Polisi Pamong Praja, Pariwisata, Pajak, Hubungan Masyarakat, Kepolisian dan Garnisun.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengurangi kemacetan pada malam pergantian tahun, para pedagang terompet dan bunga dilokalisir di enam titik. Diantaranya di kebun binatang Wonokromo, PTC Pakuwon, Tugu Pahlawan,  Jembatan Merah Plaza, Kebun Bibit dan Prapat Kuning (Perak). "Kami terus sosialisasikan hal ini," ujarnya.

Wakil Walikota Surabaya, Arif Afandi menghimbau agar masyarakat merayakan malam pergantian dengan sederhana. "Lebih baik merayakan di kampungnya masing-masing daripada berbagai tempat hiburan pusat kota," sarannya.

DINI MAWUNTYAS