Topik


Setelah Mobil Dinas, DPRD Jabar Minta Gedung Baru

TEMPO InteraktifBANDUNG - Setelah ngotot minta mobil dinas baru, para politisi di DPRD Jawa Barat ternyata juga minta Pemerintah Provinsi menyiapkan Gedung Baru yang representatif. “Gedung ini didisain untuk 3 fraksi, sekarang sudah ada 8 fraksi, gedungnya masih yang ini-ini juga,” kata Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara di Bandung, Rabu (30/12) petang.

Irfan beralasan, usulan gedung juga sudah tercantum dalam APBD 2010. Disitu dimasukkan pos anggaran penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk gedung pengganti gedung DPRD Jawa Barat yang lama. Nilainya sekitar Rp 1 miliar. "Tapi pembangunanya belum dimulai tahun depan" ujarnya.

Menurut Irfan, gedung yang dibutuhkan kalangan dewan sekarang minimal memberikan ruang kerja tersendiri bagi masing-masing anggotanya. Minimal, setiap anggota Dewan memiliki ruang kerja berukuran 2x3 meter. “Yang penting privasi terjaga, sehingga betul-betul bisa bekerja,” katanya.

Gedung yang ada -- di sebelah barat Gedung Sate -- dinilai Irfan terlalu sempit. Semua anggota hanya punya satu ruangan bersama di tiap ruangan fraksi, dengan  satu meja bundar besar. "Idealnya gedung itu bisa jadi ikon Jawa Barat dengan menonjolkan rancangan khas budaya setempat seperti di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Gorontalo juga Sulawesi Selatan" ujarnya.

Soal mobil dinas, dia mecontohkan. Tidak semua anggota Dewan sanggup membelinya. Dia mengilustrasikan, rata-rata penghasilan sebulan anggotanya di Jawa Barat Rp 6,9 juta itu masih dipotong iuran untuk partai, belum termasuk mendanai konstituen.

Dalam hearing yang digelar DPRD Jawa Barat dengan sejumlah tokoh dari perguruan tinggi, Irfan mewakili rekannya lain menjelaskan minimnya fasilitas yang dimiliki lembaganya. Meski pun, sejumlah seniman yang hadir mengkritik pedas, soal permintaan mobil dinas.“Wajar-wajar saja kalau lihat anggota dewan pengen punya mobil, urang ge karunya mun ningali anggota Dwean naik beca, tapi agar lebih dicerna lagi kalau melihat keadaan masyarakat yang sedang susah,” kata seorang seniman, Aom Kusman.

AHMAD FIKRI