Judi Dilarang, Jumlah Wisatawan ke Batam Turun

TEMPO Interaktif, Batam - Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Guntur Sakti, mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batam selama 2009 turun hanya 900 ribu orang dibanding 2008 yang mencapai 1,1 jiuta orang. Penyebab penurunan ini banyak faktor, namun salah satu di antaranya adalah dilarangnya perjudian di Batam.

"Jadi harus cari pengganti dan tidak tergantung judi untuk menarik wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Guntur Sakti kepada Tempo, Jumat (1/1).

Guntur menjelaskan salah satu andalan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara adalah menjadikan Batam sebagai tempat Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE).

Ada beberapa tempat yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah kawasan perbelanjaan Nogya. Saat ini wilayah itu terkesan jorok dan gelap bila malam hari. Oleh sebab itu, kawasan tersebut akan dijadikan tempat yang terang terang benderang. Selain itu, Jembatan I di Barelang akan dipasang lampu sepanjang jembatan. Jadi tidak hanya siang hari dijadikan tempat wisata , tapi juga pada malam hari.

Untuk mewujudkan hal itu, pihak Pemerintah Kota Batam akan melibatkan pihak swasta. Sebab tidak akan mampu bila hanya tergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam senilai Rp.1,3 triliun.

Ketua Batam Tour and Travel Board ( BTTB ) Rahman Usman tidak menampik penurunan kunjungan wisatawan manca negera di Batam karena tidak adanya perjudian. Batam-katanya- sempat dikunjungi wisatawan asing sebanyak 1,5 juta pada tahun 2005, kemudian terus menurun. Tahun 2006 sebanyak 1,3 kemudian turun lagi menjadi 1,1 pada tahun 2007. Tahun 2008 bertahan 1,1, juta tapi turun drastis pada tahun 2009 hanya 900.000 orang. " Mulai sekarang tidak hanya wisawan asing dihitung, tapi juga wisatawan domestik," kata Guntur Sakti.

RUMBADI DALLE