Topik
Infografis
Kaum Nahdliyin Makassar Tahlilan Atas Kepergian Gus Dur
TEMPO Interaktif, Makassar - Warga Nahdliyin Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar tahlilan atas kepergian salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur.
Acara tahlilan dan khatam Alquran ini dilakukan di kediaman ketua NU Kota Makassar, Kadir Ahmad, di Jalan Racing Center, Kamis malam.
"Kita lakukan ini untuk mengirimkan doa kepada guru besar kita Gus Dur agar amalan beliau diterima di sisi Allah SWT. Masing-masing pengurus NU diwajibkan melakukan salat gaib, tahlilan atau khatam Quran. Khusus NU Makassar, dilakukan di tempat saya," ujar Kadir kepada Tempo.
Tak hanya NU Makassar, masyarakat non-NU pun melakukan doa bersama dan salat gaib di Lapangan Karebosi. Acara ini digelar masyarakat muslim dan tokoh lintas agama. Ribuan warga berkumpul mengirimkan doa untuk Presiden RI ke empat itu.
Ketua NU Sulawesi Selatan AGH Zain Irwanto mengatakan, tahlilan dan salat gaib akbar di Karebosi ini adalah acara seluruh warga Makassar. Semua elemen masyarakat berkumpul, tak hanya warga Nahdliyin saja. "Sebab, Gus Dur disenangi banyak kalangan. Dia termasuk orang yang memperjuangkan hak kaum minoritas," ujarnya.
Khusus tahlilan NU Sulawesi Selatan, akan di gelar di Masjid Raya atau Kantor NU Jalan Urip Sumoharjo. Acara iru akan dilakukan pada Selasa (5/1). Pengurus Besar NU menginstruksikan agar seluruh pengurus NU di kota dan provinsi melakukan tahlilan dan salat gaib, sebelum hari ke tujuh wafatnya Gus Dur.
"Kita akan adakan tahlilan khusus mengikuti tradisi NU, di kantor NU. Kalau warga Nahdliyin bayak yang datang, tempat tidak cukup, maka tahlilan akan dilakukan di Masjid Raya. Acara ini akan diikuti 1.000 warga Nahdliyin di Makassar. Kalaupun ada yang dari luar daerah, juga boleh menghadiri tahlilan tersebut," ujar Zain Irwanto.
HAPSA MARALA