Topik
Bekasi Segera Bangun Pelabuhan Internasional
TEMPO Interaktif, Bekasi - Pemerintah Daerah Bekasi membangun pelabuhan internasional untuk menggenjot sektor ekonomi. Luasnya 50 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 7,6 trilun.
Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengatakan pelabuhan dibangun di Kecamatan Babelan, wilayah utara pesisir pantai Bekasi. "Pelabuhan itu nantinya membuka akses langsung ke dunia internasional," kata Darip, kepada Tempo, Ahad (3/1).
Ambisi mendirikan pelabuhan besar ini tidak lagi sebatas rencana. Akhir tahun lalu Departemen Perhubungan telah menerbitkan izin pelabuhan untuk menunjang ekspor hasil produksi tujuh kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
Setelah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Bekasi langsung bergerak. Semua lahan yang dibutuhkan seluas 50 hektare, telah dibebaskan.
Pemerintah Daerah juga telah bekerjasama dengan pihak ketiga, terdiri dari investor lokal dan asing. Sayangnya, Darip belum bisa menyebutkan perusahaan yang dirangkul. "Biaya pembangunan pelabuhan semuanya tanggung jawab investor. Adapun peran pemerintah daerah hanya menyediakan lahannya," kata dia.
Desain bangunan juga mulai dibuat. Desain tersebut dikerjakan tenaga ahli gabungan dari dalam dan luar negeri. Target pembangunan mulai dikerjakan tahun ini (2010) akan selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.
Dengan dibukanya pelabuhan internasional itu, kata Darip, infrastruktur penunjang lainnya otomatis dibangun. Infrastruktur tersebut di antaranya jalan tol dari pelabuhan menuju kawasan industri.
Selain itu, akan dibangun terminal petikemas dan truk kontainer. Pemerintah daerah juga berencana membangun hotel, tempat peristirahatan, dan kawasan perumahan untuk menarik minat pengunjung dari luar negeri.
Wilayah Babelan yang selama ini merupakan daerah tertinggal diperkirakan menjadi kawasan paling maju di Bekasi. Salah satu keuntungan sektor riil yang sudah dapat dihitung adalah pendapatan asli daerah (PAD), bisa naik beberapa kali lipat dari pendapatan asli daerah Kabupaten Bekasi saat ini Rp 220 miliar per tahun.
Saat ini, peruntukan pelabuhan belum ditetapkan apakah khusus barang atau dibuka juga untuk kapal angkut orang. "Prioritas kami untuk bisnis tetapi tidak menutup kemungkinan dibuka jalur komersil," kata dia.
Hadirnya pelabuhan internasional di Bekasi itu disambut gembira pengelola tujuh kawasan industri: Jababeka, Lippo Cikarang, Hyundai, Ejip, MM2100, Delta Silikon, dan kawasan Grand Wisata. "Kalau pelabuhan jadi dibangun itu luar biasa," komenter Hyanto Wihadhi, Direktur PT Jababeka Tbk, ketika dikonfirmasi terpisah.
Keuntungan bagi pelaku industri adalah, menurut dia, bisa mempercepat jalur ekspor dan meningkatkan volume ekspor.
Jababeka, kata Hyanto, siap dilibatkan jika pemerintah daerah membutuhkan peran kawasan. Infrastruktur yang bisa digarap adalah akses jalan penghubung kawasan industri ke pelabuhan. "Seluruh kawasan insutri terlibat dalam rencana zona ekonomi internasional, itu bisa dimanfaatkan," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Samsul Falah, mengatakan sejak 2005 telah mendorong pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang sektor industri. Termasuk pelabuhan, alasannya "Semua pihak bisa diuntungkan," kata dia.
HAMLUDDIN