Pemilik Bellair: Bukan Bugil, Hanya Sexy Dancer
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Pemilik dan Pengelola Bellair Ediwarna Widjaja membantah cafenya menyajikan tarian erotis hingga bugil. Meski begitu, ia mempersilakan Pemerintah Kota mencabut izinnya jika sajian tarian seksi di tempat hiburan malam miliknya itu memang dikategorikan bugil.
" Tidak benar ada tari bugil. Kalau sexy dancer memang ada. Tapi kalau itu salah, silahkan izin dicabut. Saya akan tutup tempat ini" kata Ediwarna kepada Walikota Bandung Dada Rosada dan jajarannya yang mengeruduk tempat usahanya di Jalan Pasir Kaliki, Bandung, Senin (4/1).
Kedatangan Walikota Dada Rosada berkaitan dengan pemakaian izin usaha dan wisata yang digunakan Bellair Cafe dan Music Lounge. Cafe ini digerebek polisi, pada malam tahun baru menyusul digelarnya tarian erotis di tempat hiburan malam itu yang terletat di Jalan Pasirkaliki atau yang kini disebut Jalan HOS Tjokroaminoto, Bandung.
Rombongan Dada diterima Ediwarna Widjaja di area cafe itu. Pada pertemuan itu, Dada mengultimatum akan mencabut izin usaha cafe itu. Alasannya, "Malam tahun baru (Jum''at (1/1) dinihari) di sini ada tari bugil padahal Kota Bandung kota agamis yang selama ini sudah kondusif,"kata Dada dengan suara tinggi di depan rombongan dan wartawan.
Fungsi perizinan adalah untuk pengendalian dan perlindungan masyarakat. Peruntukan izin tidak boleh dilanggar. "Kalau melanggar harus dicabut..harus dicabut. Tari bugil silakan d tempat lain, jangan di Bandung. Kota Bandung tidak mau mendaat Pendapatan Asli Daerah dari percabulan,"kata Dada.
Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan Kota Bandung mendukung langkah Walikota. "Kami ikut terpukul dan kecewa apabila memang terbukti. Kami sudah lakukan pembinaan untuk membantu Pemda baik dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia maupun promosi,"kata Barli, wakil organisasi itu yang turut hadir di lokasi.
Ia meminta pemerintah tidak tebang pilih dalam menindak pelanggaran. "Setiap pelanggaran harus ditindak. Karena itu bantu asosiasi,"tandasnya.
ERICK P HARDI





