Topik
Pelabuhan Bekasi Akan Punya Daya Tampung Terbesar di Indonesia
TEMPO Interaktif, Bekasi - Pelabuhan internasional Bekasi dirancang untuk kapal super besar sejenis mother vessel yang memiliki panjang 300 meter. Tujuannya, pelabuhan itu menampung kapal-kapal besar untuk menunjang ekspor hasil produksi industri.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi Jamary Tarigan mengatakan kapasitas tampung Pelabuhan Bekasi paling besar di Indonesia. "Bahkan satu-satunya pelabuhan yang bisa ditempati berlabuh kapal mother vessel yang selama ini hanya bisa sandar di Singapura," kata Jamary, kepada Tempo di kantornya, Senin (4/1).
Berdasarkan detail enginering design (DED), dermaga kapal menjorok ke laut. Infrastruktur yang akan dibangun adalah trestle atau akses jalan menuju laut sejauh 1,8 kilometer dari tepian dengan lebar 60 meter, dan jetty atau tempat kapal bersandar sepanjang 500 meter dan lebar 60 meter.
Kedalaman laut mencapai 21 meter sehingga mampu dilintasi kapal super besar. "Jauh lebih dalam dibanding pelabuhan Tanjung Priok, hanya memiliki kedalaman 14 meter saja," kata dia.
Sementara 50 hektare lahan yang telah dibebaskan akan dibangun sarana penunjang hasil ekspor. Seperti, terminal petikemas, kantor imigrasi, pabean, dan gudang. Kapasitas tampungnya, diperkirakan mencapai 4 juta teus (kontainer ukuran 20 kaki kubik) per tahun.
Pelabuhan Bekasi, Jamary melanjutkan, menjadi satu kesatuan dengan Terminal Tanjung Priok dan Pelabuhan Teluk Naga, yang sedang dibangun konglomerat Anthony Salim.
Palung atau kolam kapal juga menyatu memakai palung pelabuhan Tanjung Priok. Jarak dari Tanjung Priok ke pelabuhan Bekasi sekitar 12 kilometer.
Menurut dia, saat ini pelabuhan Tanjung Priok kewalahan menampung barang ekspor maupun impor. Masalah lain adalah Tanjung Priok hanya bisa disandari kapal ukuran kecil dengan panjang maksimal 100 meter.
HAMLUDDIN