Topik
Saksi Kasus Pencabulan Meninggal Dunia Dalam Persidangan
TEMPO Interaktif, Madiun – Suparno, seorang saksi pencabulan anak di bawah umur dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia mendadak saat menjalani sidang, Rabu (6/1) siang.
Lelaki berusia 52 tahun, warga Dusun Balungmloko, Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, itu meninggal sesaat setelah hakim ketua Bambang Sasmita menskors sidang untuk mendengarkan azan Dhuzur. “Sekitar jam 12.00 tadi,” kata Bambang yang memimpin sidang.
Bambang mengatakan, di tengah agenda mendengarkan kesaksian Suparno, Majelis Hakim menskor sementara jalannya sidang. Suparno yang semula duduk di kursi di depan majelis lantas mundur dan duduk di bangku pengunjung.
Tak lama berada di bangku pengunjung, Suparno tampak lemas. Tubuhnya perlahan terjatuh ke samping kanan. “Seperti orang tidur,” kata Bambang.
Seisi ruang Cakra, tempat sidang berlangsung, termasuk majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan pengunjung sidang, pun langsung geger. Mereka berusaha memberikan pertolongan dan menelepon ambulans.
Namun upaya itu tak banyak membuahkan hasil. Suparno tewas di tempat kejadian. Bambang mengatakan, seorang aparat kepolisian yang berjaga di persidangan memastikan nyawa Suparno sudah tak tertolong lagi. Jasad Suparno pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dr Soedono Madiun untuk mendapat visum.
Anggota Majelis Hakim Putu Gede Hariadi menjelaskan, saat meninggal tak tampak kejanggalan apa pun di tubuh Suparno. Tubuh lemas dan terjatuh begitu saja. “Saya kira ayan, tapi bukan,” kata dia.
Suparno merupakan saksi dalam sidang kasus pencabulan anak di bawah umur dengan terdakwa Joko Supriyanto. Suparno dimintai kesaksian karena dia merupakan orang tua dari korban pencabulan yang dilakukan terdakwa. Dia merupakan saksi kedua dari tiga saksi yang dijadwalkan bersaksi di persidangan dengan agenda eksepsi itu.
Putu Gede mengatakan, akibat peristiwa ini sidang kasus tersebut ditunda hingga sepekan kemudian. Selain itu, tiga sidang lain yang juga diagendakan digelar hari ini juga ikut ditunda. “Untuk menghormati korban meninggal,” kata dia.
ANANG ZAKARIA