Nahdlatul Ulama Bersedia Memediasi Konflik PKB

TEMPO Interaktif, Medan -- Keinginan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan islah atau rujuk kembali di antara dua kubu PKB Muhaimin Iskandar dan Yenni Wahid disambut positif Nahdlatul Ulama.
Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi mengatakan pengurus kedua kubu PKB sudah datang menemui dirinya meminta NU menjadi mediator untuk islah PKB Muhaimin dan PKB di bawah kepengurusan Yenni Wahid.

"Namun saya menyarankan para pengurus teras kedua kubu PKB itu sendiri yang memediasi islah itu. PB NU akan menyarankan duduk bersama antara Muhaimin dan Yenni Wahid," kata Hasyim Muzadi, petang ini di Medan.

Tetapi, jika Muhaimin dan Yenni datang meminta secara resmi PB NU menjadi mediator, PB NU segera membawanya dalam rapat, "Yang datang kepada saya belum Muhaimin dan Yenni. Masih para Wakil Ketua kedua kubu PKB itu," ujar Muzadi.

Meski warga Nahdatul Ulama berada diragam partai, lanjut Muzadi, namun PB NU bertanggung jawab secara moral kelangsungan PKB, "Sebagai partai yang didirikan warga Nahdliyin, tentu PB NU bertanggung jawab ikut menyelesaikan friksi yang terjadi selama ini dalam tubuh PKB," kata Muzadi.

Muzadi mengatakan islah antara Muhaimin dan Yenni sebagai simbol kedua kubu PKB tentu bisa menjadi awal menuju Muktamar PKB bersama. Muzadi mengatakan, "Lebih cepat islah akan lebih baik. Sebab PKB akan punya waktu lebih banyak menata organisasi untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum mendatang."


SAHAT SIMATUPANG