Topik
PKB Jawa Timur Siap Rekonsiliasi
TEMPO Interaktif, Jombang - Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, kubu Gus Dur, Hasan Aminudin tak sepakat atas wacara pembentukan PKB baru oleh Zannubah Arifah Chafsoh atau yang akrab dipanggil Yenny Wahid. ”Terus terang saya tidak setuju kalau ada partai baru, kasihan Gus Dur,” kata dia, Selasa malam kemarin.
Kata dia, pengurus PKB hasil muktamar Parung dan Ancol saat ini sudah sadar. Jika perseteruan ini dibiarkan terus-menerus, akan berdampak tidak baik bagi kader partai di bawah. Sepeninggal Gus Dur, kata dia, para pengurus PKB harus sadar, bahwa upaya rekonsiliasi lebih baik, dan tidak boleh mementingkan jabatan saja.
Hasan mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan Lukman Edi, Sekretaris Jenderal PKB kubu Muhaimin Iskandar. Intinya mereka sepakat berjalan ke arah yang sama, yakni rekonsiliasi PKB.
Selain Lukman Edi, dia juga mengaku sudah bertemu dengan Lilik Wahid, anggota Dewan Syuro PKB-nya Muhaimin. Dari jalinan komunikasi antara kedua tokoh itu, sudah ada konsep rekonsiliasi yang jelas.
”Saat ini tinggal menunggu waktunya saja. Sebelum Muktamar Nahdhatul Ulama di Makassar Maret nanti pertemuan harus sudah ada,” kata dia.
Kata dia, Islah akan terlaksana dengan catatan ada sharing kepengurusan di internal PKB sendiri.
Pekan lalu, kepada Tempo Yenny Wahid sempat mewacanakan upaya pemurnian PKB sesuai dengan wasiat mendiang ayahnya Gus Dur. Dia mengatakan, sebelum ayahnya meninggal sempat berpesan, "Jarno tukaran dewe, awak dewe iku mlaku dewe-dewe (biarkan semuanya berkelahi, kita berjalan sendiri-sendiri).”
Karenanya, Yeni bermaksud memurnikan PKB agar perjuangan ayahnya bisa berjalan sesuai dengan tujuan partai. "Kalau perlu akan kami buat PKB Gus Dur,” kata dia. "PDI saja bisa menjadi PDI Perjuangan, masak PKB tidak?”
M. TAUFIK
Web via