ITB Gelar Konferensi Bumi dan Antariksa Internasional

TEMPO Interaktif, Bandung - Lebih dari 100 akademisi dan ahli, Kamis (7/1), berkumpul di Institut Teknologi Bandung. Selama dua hari, 7-8 Januari, mereka akan membahas masalah bumi dan langit dalam Konferensi Ilmu Kebumian dan Antariksa. 

Menurut Ketua Panitia Suhardja Wiramihardja, tema yang dibahas dalam pertemuan kali ini terkait isu terhangat akhir-akhir ini, seperti pemanasan global dan prediksi kegempaan.

Sesi saintifik akan mencakup bidang geologi, geofisika, geodesi, tambang, perminyakan, oseanografi, pertanian, dan astronomi. "Dari pertemuan ini diharapkan muncul kerja sama untuk penelitian lanjut," katanya.

Acara yang dibuka Rektor ITB juga Rektor Kyoto University Hiroshi Matsumoto itu akan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Umar Anggara Jenie, ahli gempa Jim Mori, serta ahli ilmu kimia tanah Supiandi Sabiham dari Institut Pertanian Bogor.

Seluruhnya akan ada 90 makalah yang akan disampaikan peneliti dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Sebagian merupakan alumni Kyoto University.

Forum alumni Kyoto University di Asia Tenggara ke lima ini setiap tahun digelar bergantian di Thailand dan Indonesia. Kali ini, ITB yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, mengundang pakar dan akademisi dari belasan disiplin ilmu. "Di IPB tahun lalu hanya membahas masalah pertanian," katanya.

 

ANWAR SISWADI