Topik
Jawa Tengah Sudah Terima Bagi Hasil Blok Cepu, Kabupaten Blora Belum
TEMPO Interaktif, Semarang - Upaya Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta dana bagi hasil dari ekplorasi minyak dan gas di Blok Cepu sudah membuahkan hasil. Dana bagi hasil eksplorasi minyak di Banyu Urip, Blok Cepu, yang dilakukan PT ExxonMobil Cepu Limited yang ditunggu-tunggu Jawa Tengah sudah cair. "Sudah ada dana bagi hasil sebesar Rp 2,5 milyar yang diberikan ke Jawa Tengah," kata Bibit Waluyo usah menyerahkan DIPA 2010 di Gedung Gradhika Semarang, Kamis (7/1).
Mantan Panglima Kodam IV Diponegoro ini menyatakan dana PI itu sudah ditransfer langsung dari PT Pertamina ke rekening PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC). SPSC adalah perusahaan daerah yang dibentuk untuk mengurusi blok Cepu.
Namun, Bibit mengaku belum mendapatkan penjelasan mengenai perhitungan Rp 2,5 miliar tersebut. "Dana itu bagi hasil mulai kapan kita belum tahu," kata dia. Untuk itu, SPHC akan mempertanyakan persoalan ini, termasuk apakah ke depan ada tambahan kucuran dana bagi hasil lagi atau tidak. "Kami sedang berencana berkoordinasi dengan PT Pertamina," kata dia.
Sementara Bupati Blora Yudhi Sancoyo mengaku belum mendapatkan kucuran dana bagi hasil Blok Cepu. "Sampai detik ini belum kami terima," kata Yudhi, di Semarang, Kamis (7/1). Bisa saja, besok atau kapanpun itu bisa cair. Yang jelas, Blora sangat bersyukur karena dana yang ditunggu-tunggu itu sudah bisa cair.
Yudhi memperkirakan, jika Jawa tengah mendapatkan dana bagi hasil sebesar Rp 2,5 miliar maka kabupaten Blora akan mendapatkan dua kali lipatnya, yakni sekitar Rp 5 miliar. Sebab, sesuai dengan perjanjiannya prosentase dana bagi hasil untuk Jawa tengah adalah sebesar 1,09 persen dan Blora 2,18 persen.
Yudhi menyatakan masih kecilnya dana bagi hasil itu akibat eksplorasi minyak dan gas yang dilakukan ExxonMobil melalui anak perusahaannya Mobil Cepu Limited masih belum memenuhi target. Saat ini eksplorasi baru sekitar 13 ribu barrel per hari. Padahal, sebelumnya ditarget sejak akhir Desember 2008 harus sudah bisa mencapai 20 ribu barrel per hari.
Yudhi dan Bibit mendesak agar PT ExxonMobil Cepu Limited selaku kontraktor di Blok Banyu Urip Cepu bisa terus maksimal mengeksplorasi. "Agar bisa mencapai 20 barrel per hari sehingga hasilnya pun banyak," kata Yudhi.
Dalam penyertaan modal ekplorasi minyak bumi dan gas Blok Cepu tersebut, PT Pertamina dan ExxonMobil masing-masing sebesar 45 persen. SedangKAN Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Timur,dan Kabupaten Bojonegoro menyertakan modal sebesar 10 persen. Komposisi PI di masing-masing daerah berbeda. Jawa Tengah mendapatkan jatah terkecil dengan nilai 1,09 persen, Jawa Timur mendapatkan 2,24 persen, Blora 2,18 persen, dan Bojonegoro 4,48 persen.
ROFIUDDIN





