Masyarakat Bojonegoro Diminta Waspada Angin Puting Beliung

TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengeluarkan status waspada bencana angin puting beliung, menyusul buruknya cuaca pada satu pekan terakhir di sejumlah tempat di kabupaten yang berbatasan antara Jawa Timur-Jawa Tengah ini.

“Ya, memang sudah waspada bencana puting beliung,” tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro Kasiyanto kepada Tempo, Jumat (8/1) siang.

Di Bojonegoro, dari 27 kecamatan ada sekitar delapan yang berpotensi terjadi angin puting beliung. Di antaranya, Kecamatan Kedungadem, Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Sekar, Gondang, Ngambon, Tambakrejo, dan Purwosari.

Tetapi, bencana yang datang pada awal-awal musim hujan ini meluas ke beberapa daerah. Termasuk Kecamatan Kota Bojonegoro yang selama ini jarang sekali terjadi bencana angin kencang ini.

Terakhir, bencana puting beliung menyasar ke 114 rumah di Kecamatan Sekar dan Gondang pada Sabtu (2/1) petang. Dalam kasus itu, enam rumah rusak parah diterjang angin. Pihak Pemerintah Bojonegoro, hingga kini belum memberikan dana santunan.

Namun, kemungkinan santunan akan diberikan untuk rumah rusak berat antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, rusak sedang Rp 500 ribu, dan rusak ringan Rp 100 ribu per kepala keluarga.

Menurut Kasiyanto, status waspada angin puting beliung sudah disebarkan ke 27 kantor kecamatan di Bojonegoro. Isinya, meminta agar masyarakat, terutama yang bermukim di pinggir hutan, persawahan dan juga di pinggir Bengawan Solo untuk waspada angin kencang. Terutama, jika turun hujan dan disertai dengan angin kencang. “Ya, minimal, warga untuk keluar rumah,” imbuhnya.

Sebelumnya, angin puting beliung juga merusak sekitar 40 rumah, lima di antaranya ambruk diterjang angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Soko dan Kenduruhan, Tuban, Selasa (5/1) malam. Desa-desa tersebut yaitu Mentoro, Mojoagung, Prambon, Tluwih, dan Bangunrejo, di Kecamatan Soko. Kemudian di Dusun Krajan Desa Tawaran di Kecamatan Kenduruhan.

Tim dari Pemerintah Tuban masih mendata jumlah rumah rusak, berikut fasilitas umum.
Angin puting beliung juga membuat dua orang yaitu Supiah, 36 tahun, dan Zainal, 13 tahun, keduanya warga Desa Tawaran, terluka, akibat terimpa reruntuhan.

Kondisi yang hampir sama juga dialami warga Desa Mentoro. Bahkan tiga rumah ambruk akibat angin yang menyasar perkampungan sekitar pukul 18.30 Wib itu.

Pemerintah Tuban masih menunggu laporan dari Kecamatan Soko dan Kenduruhan. Sebab, data jumlah rumah yang rusak masih dalam tahap pendataan. Jika data sudah diterima, akan ditindaklanjuti dengan bantuan.

“Salah jika Pemerintah Tuban tidak memberikan santunan,” tegas Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Tuban Gatot S. Namun dia tidak merincikan berapa bantuan yang akan diterima warga.

SUJATMIKO