RS Omni Serahkan Kontra-Memori Kasasi Perkara Perdata Prita


TEMPO Interaktif, Tangerang - Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang, menyerahkan kontra-memori kasasi ke Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (8/1) sore, atas putusan perkara perdata Prita Mulyasari.

Langkah hukum yang ditempuh Omni ini berlawanan dengan pernyataan mereka beberapa waktu lalu yang akan mencabut gugatan perkara perdata tersebut. "Ya, tadi sore jam 16.00 Wib, pihak Omni menyerahkan kontra-memori kasasinya," ujar Juru Bicara Pengadilan Negeri Tangerang, Artur Hangewa, kepada Tempo, malam ini.

Artur mengatakan, ia telah melakukan pengecekan di bagian perdata Pengadilan Negeri Tangerang, dan memang benar RS Omni menyerahkan memori kasasi perkara perdata Prita Mulyasari. Dengan langkah hukum yang diambil tersebut, Artur mengatakan, kemungkinan besar pihak Omni menyatakan kasasi atas hasil keputusan tersebut.

Menurut dia, keputusan diambil Omni bisa jadi karena ketika akan mencabut perkara perdata itu, pihak Prita menolak untuk berdamai. Padahal, perkara bisa dicabut jika disepakati kedua belah pihak. "Karena ada kontra-memori kasasi, Omni mengisinya dan menyerahkannya," kata Artur.

Kuasa hukum Prita Mulyasari dari kantor pengacara OC Kaligis and Associated, Slamet Yuono, mengatakan RS Omni tidak konsisten. "Di satu sisi pada 11 Desember 2009 menyatakan mencabut gugatan, di sisi lain membuat kontra-memori kasasi," kata Slamet.

Pihak RS Omni belum bisa dihubungi. Tempo yang menghubungi kuasa hukum Omni, Risma Situmorang, telepon selulernya tidak aktif. Heribertus Hartojo, kuasa hukum RS Omni lainnya, telepon selulernya tidak diangkat.

JONIANSYAH

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
selama ini saya belum tahun RS OMNI ini milik siapa, jaringan mana, orang kuatnya siapa, jadi kalau boikot, sekalian termasuk pemilik dan jaringannya. Ada orang beli permen kok dibilang njelek-njelekin permennya
0
0
RS Omni memang ingin menang sendiri tak mau disalahkan dan merasa punya DUIT untuk membayar pengacaranya.buat Mbak Prita jangan mundur Lawan terus. kebenaran gak bakalan pergi kemana biar di bulak-balik juga RS Omni tetap PENIPU, PEMBOHONG dan MALING.=MENIPU dan PEMBOHONG dengan memakai nama Internasional,nyatanya cumu Kelas Dukun kampung.
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X