Muhaimin: Islah PKB Bersifat Alamiah

Muhaimin: Islah PKB Bersifat Alamiah

TEMPO/Adri Irianto

TEMPO Interaktif, Jombang - Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Muhaimin Iskandar, mengatakan PKB kubunya sudah lama menggagas islah dengan PKB kubu Gus Dur. Namun, islah yang digagas adalah islah alamiah, yang tidak ada target dan batasan waktu.

"Enam bulan sebelum Gus Dur meninggal kami sudah menggagas islah," ujarnya usai melakukan ziarah ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/01).

Pihak Gus Dur, kata dia, diwakili oleh Ketua DPP PKB, Muamir Muin Syam, sementara pihaknya diwakili oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB, Jawa Timur, Imam Nahrawi.

Komunikasi dari pihak PKB hasil muktamar Parung dan Ancol itu terus dibangun hingga Gus Dur meninggal. Teknis konsep islah, ia melanjutkan, tetap ada pembagian kepemimpinan struktur. Pihak PKB Gus Dur bisa dimasukkan dalam struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

"Kami persilakan, bagi yang mau gabung silakan, bagi yang tidak, ya tidak apa-apa. Intinya kami tidak memaksa," kata dia.

Terkait upaya melegalkan PKB Gus Dur oleh pengurus PKB Kalibata, Muhaimin tidak keberatan. Dia mempertegas, jika ada orang yang mewacanakan tentang percepatan Muktamar PKB, "itu berarti orang di luar PKB, bukan orang PKB," tegasnya.

Orang yang mewacanakan percepatan Muktamar, lanjutnya, dipastikan orang tersebut tidak ikut berjuang dalam pemenangan PKB pada Pemilihan Umum 2009 kemarin.

Minggu siang tadi Muhaimin melakukan ziarah ke makam sejumlah kiai di Jombang. Politisi yang diangkat menjadi Menteri itu berziarah ke makam kiai di Pondok Pesantren Denanyar, Tebuireg, dan Pacul Gowang.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009-2014 itu ditemani oleh Helmy Faisal, Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ketua DPW PKB Jatim, Imam Nahrawi, dan beberapa pengurus PKB lainya. Usai dari makam Gus Dur, Muhaimin ditemui pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Solahudin Wahid alias Gus Sholah.

MUHAMMAD TAUFIK

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X