Topik
Musim Buah Tiba, Sumenep Waspada Diare
TEMPO Interaktif, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mewaspadai mewabahnya penyakit diare menyusul datangnya musim hujan dan musim buah mangga, nangka dan rambutan.
Kepala Dinas kesehatan Sumenep Susianto mengatakan, saat musim buah tahun 2009 lalu, jumlah penderita diare meningkat tajam mencapai 17 ribu jiwa sepanjang bulan Desember. Tidak hanya orang dewasa, bayi dan balita juga banyak terserang penyakit diare. “Gimana gak mau diare, bangun tidur makan mangga,” katanya Senin (11/1).
Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan datangnya musim penghujan, dimana bakteri penyebab diare berkembang biak dengan cepat pada genangan air dan busukan sampah. Hingga Pertengahan Januari ini, Susianto mengatakan, mayoritas pasien yang berobat ke puskesmas mengeluh menderita diare. “Belum ada data resmi, tapi jelas meningkat,” ujarnya.
Menurut Susianto, untuk memberikan layanan maksimal kepada penderita diare, pihaknya telah menyalurkan bantuan 100 kantung infus ke seluruh puskesmas di 33 desa karena pola penyebaran penyakit diare merata di tiap desa.
Yang terpenting, Susianto melanjutkan, warga harus memperhatikan kebersihan lingkungan. seperti tidak menumpuk sampah hingga busuk, sehingga menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tidak mengkonsumsi air mentah, terutama serapan air hujan di daerah rawan kekeringan. “Harus cuci tangan pakai sabun,” tuturnya.
MUSTHOFA BISRI





