Puluhan Ribu Tanaman Kayu Putih Perhutani Banyumas Dirusak

TEMPO Interaktif, Purwokerto – Sebanyak 36.850 bibit tanaman kayu putih di Hutan Petak 19 D Desa Sidaurip Gandrungmangu Cilacap, Jawa Tengah, hilang dicabuti orang tak dikenal. Tanaman tersebut ditanam di areal seluas 33,5 hektare.

“Kami menanamnya baru satu bulan lalu,” terang Administratur Perhutani Komisi Pemangku Hutan Banyumas Barat, Agus Ruhiyana, saat ditemui di kantornya, Senin (11/1).

Agus mengatakan, perusakan tersebut dilakukan pada Jumat (8/1) pekan lalu. Total kerugian ditaksir Rp 14 juta. Perhutani sudah melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan setempat, Sismantoro mengatakan, perusakan diperkirakan dilakukan pada dini hari. “Kami baru tahu ada perusakan pada siang harinya,” kata dia.

Selama ini, kata dia, masyarakat setempat memanfaatkan hutan tersebut untuk ditanami padi dan tanaman pertanian lainnya. Selain itu, dari tanaman kayu putih mereka juga biasa membuat minyak kayu dengan harga Rp 90 ribu per kilogram.

Mandor Petak 19 D, Sumijo mengatakan, perusakan tersebut diperkirakan dilakukan oleh warga dari daerah lain. “Kemungkinan warga sini tak terlibat, tapi kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.

Menurut Agus, di wilayah Banyumas Barat, Perhutani mempunyai lahan 16 ribu hektar yang ditanami tanaman industri. Dari luas tersebut, 400 hektare di antaranya ditanami kayu putih. “Total tiap tahun menghasilkan 10 ton minyak kayu putih,” kata Agus.

Total nilai produksi selama setahun mencapai Rp 400 juta. Sedangkan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan tersebut mencapai 5.000 orang.

Produksi minyak kayu putih juga didukung oleh lima kilang minyak yang dimiliki oleh masyarakat. “Tahun ini kita targetkan ada 400 hektare lahan yang akan ditanami kayu putih,” imbuhnya.

ARIS ANDRIANTO