Infografis
Bakrie Minta Ilham Arief Tak Keluar dari Golkar
TEMPO Interaktif, Jakarta -Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta Ilham Arief Sirajuddin tak keluar dari dari kepengurusan wilayah Sulawesi Selatan, pimpinan Syahrul Yasin Limpo. Bakrie mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Ilham.
"Saya berharap tidak ada yang keluar dari Golkar, dan jangan sampai ada perpecahan. Dalam demokrasi ada yang menang, ada yang kalah. Yang menang merangkul mereka yang kalah," pinta Aburizal di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (11/1).
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu datang ke Kota Anging Mammiri dengan pesawat khusus. Tiba pukul 12.18 WITA, Bakrie disambut sejumlah pengurus Golkar. Dia dijadwalkan melantik pengurus Partai Golkar Sulawesi Selatan, hasil musyawarah daerah pada 15 November lalu.
Ilham yang kalah melawan Syahrul Yasin Limpo dalam perebutan kursi ketua, menolak bergabung dengan kepengurusan Golkar Sulawesi Selatan sekarang. Walau oleh Syahrul diberi posisi wakil ketua, dia menampik dengan cara mengirim surat pengunduran diri yang dikirim ke pimpinan pusat Golkar pada Kamis pekan lalu.
Aburizal menjelaskan, semua kader Golkar, baik yang masuk dalam kepengurusan ataupun tidak, wajib taat aturan. Dia menyebutkan, kader yang akan hendak maju dalam pemilihan kepala daerah, harus melalui mekanisme survei yang digelar internal partai. Survei diluar partai tidak diakui.
Dalam waktu dekat di Provinsi Sulawesi Selatan akan berlangsung 11 pemilihan kepala daerah secara serentak. "Nanti akan ada tim dari pusat yang dipimpin oleh Ketua Tim Pemenangan Partai Golkar untuk wilayah Sulawesi," kata Aburizal.
Ketua pemenangan itu adalah Nurdin Halid, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, yang sedang digoyang untuk mengundurkan diri. Aburizal mematok target, "Dalam pilkada ini 50 sampai 75 persen alan diperoleh kader Golkar," ujar dia.
Kepada kader yang berniat maju, Aburizal mengingatkan, harus bisa mendekati konstituen dengan menunujukkan program nyata kepada rakyat. "Program konkrit itulah yang bisa menjadi kekuatan untuk mendapatkan dukungan," kata Aburizal.
ARIFUDDIN KUNU
Web via