Kementerian BUMN Ingin Turunkan Kerugian

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementrian Badan Usaha Milik Negara menargetkan penurunan kerugian BUMN sampai 90 persen pada 2010."Upaya yang radikal akan dilakukan dengan restrukturisasi, merjer maupun akuisisi bagi BUMN yang merugi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Selasa (12/1).

Pada 2009, 20 unit BUMN mengalami kerugian sebesar Rp 1,17 triliun. Mustafa yakin kerugian ini dapat diturunkan menjadi Rp 143 miliar pada 2010. Jumlah BUMN yang merugi diharapkan dapat turun sampai 10 unit. "Kami akan usahakan agar muncul profit dari perusahaan itu," kata dia.

Pada 2008, sebagian besar kerugian BUMN berasal dari kerugian PT PLN yang merugi Rp 12,3 triliun. Pada 2009 PLN diperkirakan tidak lagi merugi akibat pemberian margin oleh Pemerintah sebesar 5 persen. "Setiap satu persen penambahan margin akan menambah posisi tawar," kata dia.

Restrukturisasi terutama akan dilakukan pada industri gula, pupuk, dan kehutanan. Akuisisi telah dilakukan oleh PT PLN terhadap PT Bahtera Adiguna. PT Industri Sora Indonesia tengah dalam proses likuidasi dan PT Semen Kupang mengadakan kerjasama operasi dengan pihak swasta. Adapun lima perusahaan mendapat suntikan dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset, yakni PT Merpati, PT PAL, PT KKA, PT Waskita Karya, dan PT Iglas.

Kementerian juga mengupayakan penentuan status bantuan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya. Penetapan status menjadi pinjaman atau bantuan dapat membuat terang neraca perusahaan. "Mereka jadi lebih mudah mencari pendanaan di pasar maupun lembaga keuangan," ucap Sekretaris Menteri BUMN Said Didu.

FAMEGA SYAVIRA