Topik
Laba Bersih Perusahaan Pelat Merah Turun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan usaha milik negara diperkirakan mencatat total laba bersih Rp 74,28 triliun sepanjang 2009. Laba ini lebih rendah dari tahun sebelumnya senilai Rp 78 triliun. "Pada 2010 laba ditargetkan naik 17 persen menjadi Rp 90 triliun," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar di kantornya, Selasa (12/1).
Dia yakin target ini realistis meskipun Indonesia telah memberlakukan kebijakan pasar bebas dengan Cina. Meski begitu, pendapatan usaha menurun 20 persen dari 2008 menjadi Rp 930 triliun. "Menurunnya pendapatan akibat resesi global," kata dia. Total aktiva pada 2009 Rp 2.150 triliun dan diprediksi meningkat menjadi Rp 2.400 triliun pada 2010.
Deviden yang disetorkan kepada negara berjumlah Rp 28,6 triliun per 31 Desember 2009. Sebesar Rp 13 triliun berasal dari Pertamina, sedangkan sisanya dari BUMN non-Pertamina. Sektor energi merupakan sektor penyumbang laba terbesar disusul sektor perbankan, telekomunikasi, dan asuransi.
Sektor perkebunan mencatatkan pertumbuhan laba terendah yaitu sebesar minus 38,44 persen. Disusul sektor pertambangan (-23 persen), kehutanan (-12,2 persen), dan telekomunikasi (-11,9 persen).
Belanja modal seluruh BUMN pada 2009 mencapai Rp 107 triliun, terpaut jauh dari target Rp 154 triliun. "Banyak yang menunda investasi karena krisis global," ujarnya. Belanja modal tahun depan ditargetkan Rp 184 triliun, sesuai dengan perbaikan perekonomian tahun ini. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan dengan belanja modal negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010 sebesar Rp 83 triliun.
Sebanyak 15 BUMN telah berstatus perusahaan terbuka. Kapitalisasi BUMN di pasar modal mencapai Rp 630,77 triliun atau 32 persen dari total kapitalisasi pasar modal. "PT Garuda Indonesia, PT PP dan PT Krakatau Steel akan diproses menjadi go public tahun ini," ujar Mustafa.
FAMEGA SYAVIRA