Cegah Ambrol Tanggul Lumpur Lapindo Ditinggikan

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Tanggul penahan lumpur di daerah Siring dan Ketapang terus ditinggikan. Ketinggian tanggul yang berbatasan dengan jalan utama Surabaya-Malang ini mencapai 10 meter.

"Elevasi tanggul direncanakan setinggi 11 meter," kata juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidarjo (BPLS), Ahmad Zulkarnain, Ahad (17/1).

Penambahan volume pasir dan batu menahan tanggul, disebabkan tiga titik tanggul amblas. Titik itu meliputi kawasan jalan raya Porong, Ketapang, dan Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin. Tanggul penahan lumpur amblas antara 1-2 meter. Akibatnya, genangan lumpur mengalir ke barat sehingga tanggul ditinggikan. Batas aman, katanya, jarak antara tanggul dengan lumpur minimal dua meter. Sedangkan, saat ini hanya berjarak 25-30 centimeter.

"Saat ini dalam kondisi waspada, terutama genangan air hujan rawan merusak tanggul," katanya. Alasanya, secara teknis tanggul direncanakan untuk penahan lumpur. Untuk menahan tanggul, juga dipasang bronjong yang terbuat dari anyaman kawat berisi batu kali. Tujuannya, untuk menahan agar tanggul tak amblas sampai menyebabkan jebol.

Pemantauan tanggul amblas ini dilakukan melalui 15 titik pantau, yang dilengkapi dengan alat deteksi kandungan air. Tanggul penahan lumpur diperkuat agar tak merusak jalur kereta api dan jalan raya Surabaya-Malang yang bersinggungan dengan tanggul penahan lumpur. Jika terjadi rembesan hingga jalan raya dan jalur kereta, maka kedua jalur transportasi ini harus segera dipindah.

Cholil, warga Malang yang bekerja di Surabaya khawatir tanggul ambrol menggenangi jalan Surabaya-Malang. Lantaran, tanggul semakin tinggi dan berbahaya bagi pengguna jalan seperti dirinya. "Ngeri melihat tanggul yang terus semakin tinggi," katanya

 

EKO WIDIANTO