Tangerang Dapat Restu Mereklamasi Laut

TEMPO Interaktif, Jakarta -Wakil Bupati Tangerang, Banten, Rano Karno menyatakan pembangunan kawasan Kota Baru Pantai Utara Tangerang dengan cara reklamasi laut akan segera dilaksanakan.

Hal itu sehubungan dengan telah didapatkannya restu dari Pemerintah Provinsi Banten. ”Surat rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Banten telah kami dapatkan,” ujar Rano kepada Tempo.

Menurut Rano isi surat rekomendasi tersebut, bahwa Banten menyetujui proyek reklamasi dikawasan pantai utara Tangerang yang sudah direncanakan sejak 1995. ”Dengan keluarnya rekomendasi ini, kami tinggal menunggu rekomendasi dari pemerintah pusat dikeluarkan,” katanya.

Rano Karno menjamin, proyek reklamasi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut ramah lingkungan dan sesuai dengan program global warming.

”Kami tidak membangun diatas laut. Tapi reklamasi diterapkan melalui sistem polder,” katanya. Sistem polder yaitu mengeringkan dasar laut melalui pembuatan tanggul dan sistem pengaturan drainase.

Reklamasi pantai utara Tangerang seluas 8000 hektar akan dimulai tahun ini. Megaproyek dengan investasi sedikitnya Rp 20 triliun ini akan dikerjakan oleh konsorsium dari Cina dan Singapura.

”Semua persiapan sudah hampir selesai. Kami targetkan akhir 2010, tahap konstruksi sudah dilakukan,” ujar Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang, Didin Samsudin.

Untuk tahap awal, kata Didin, pihaknya akan membangun pelabuhan berskala internasional, peti kemas, dan pusat niaga dikawasan pantai utara Tangerang. Pusat niaga itu yakni pelabuhan ikan samudera di dekat Muara Cituis dan pelabuhan peti kemas di Kosambi. Sementara untuk hunian dan kawasan perkotaan, akan dilakukan menyusul.

Proyek reklamasi pantai utara Tangerang adalah rencana besar yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak puluhan tahun terakhir. Rencana ini semakin digencarkan ketika daerah tersebut kehilangan sumber pendapatan asli daerah dari tujuh wilayah potensial yang kini menjadi Kota Tangerang Selatan.

Pembentukan Kota Tangerang Selatan tersebut membuat pemerintahan induk kehilangan potensi pendapatan asli daerah hingga 600 milyar atau sekitar 40 persen dari pendapatan asli daerah itu.

Rano mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun dan menata wilayah utara Tangerang menjadi sebuah kawasan kota moderen dan terpadu. Proyek inilah yang akan menjadi sumber pendapatan dan sentra ekonomi bisnis baru wilayah berpenduduk 3 juta lebih itu. 

JONIANSYAH