Topik
Ada 24 Lubang Tambang Baturara Sawahlunto yang Diizinkan Beroperasi
TEMPO Interaktif, Padang - Pasca ledakan lima lubang tambang dalam batubara Sawahlunto yang menewaskan 33 orang pada 16 Juni lalu, kini sebagian besar tambang tidak boleh lagi beroperasi.
Hanya 24 dari 108 lubang tambang batubara yang memenuhi persyarata dan diizinkan beroperasi. Ke-24 lubang tambang yang dalam ini di luar tambang batubara milik PT Bukit Asam dan PT Allied Indo Coal Jaya yang tidak ikut dihentikan karena sudah memenuhi standar teknis pertambangan.
Kepala Pertambangan dan Energi Dinas Pertambangan Sawahlunto Medi Iswandi mengatakan, setelah dihentikan selama tiga bulan pasca ledakan tambang, akhirnya 24 lubang tambang milik lima perusahaan pertambangan diizinkan beroperasi kembali setelah melakukan berbagai perbaikan.
“Di antaranya perusahaan tambang harus memiliki kepala teknik tambang dan kepala lubang tambang yang sudah lulus uji kompetensi Balai Diklat Tambang Dalam Sawahlunto,” kata Medi Iswandi, Senin (18/1).
Selain itu perusahaan tambang juga harus mempunyai peralatan teknis standar tambang dalam seperti detektor gas, peralatan listrik yang standar, lubang tambang juga harus memenuhi syarat teknis seperti punya penyangga dan ventilasi yang cukup juga punya blower untuk mengalirkan udara. Pekerja juga diwajibkan punya asuransi jiwa. "Selain itu setiap kali pekerja masuk ke lubang tambang harus selalu dilakukan pemantauan gas dengan detector gas, misalnya dua kali sehari,” kata Medi Iswandi.
Ia mengatakan, hanya lima perusahaan yang bisa memenuhi persyaratat dengan memperbaiki lubang tambang dan manajemennya, sedangkan lima perusahaan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan diminta melakukan tambang terbuka.
“Akhirnya hanya 24 tambang yang diizinkan dibuka lagi, sedangkan 84 lubang tambang lainnya tidak kita izinkan beroperasi, kalau tetap melakukan penambangan akan kita beri peringatan,” kata Medi Iswandi.
Pembukaan kembali 24 lubang tambang itu menurut Medi karena PLTU Ombilin sudah kehabisan stok batubara, selain itu juga menimbulkan dampak ekonomi karena penutupan lubang tambang membuat 4 ribu orang kehilangan pekerjaan.
Sedangkan lima lubang tambang yang meledak di Bukit Bual milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati kini ditutup permanen, begitu juga lubang tambang dengan radius 100 meter dari lokasi lubang tambang yang meledak ikut ditutup karena khawatir ledakan membuat rekahan tanah yang bisa mengalirkan gas bila lubang tambang dibuka.
FEBRIANTI