Topik
Infografis
Penderita Demam Berdarah di Jember dan Bondowoso Meningkat
TEMPO Interaktif, Jember - Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah di wilayah Kabupaten Jember dan Bondowoso terus meningkat. Curah hujan yang makin tinggi, dan kondisi tanah yang hampir selalu lembab dalam dua pekan terakhir, diyakini menyebabkan semakin banyak penderita demam berdarah (DB) di dua kabupaten itu.
Selama bulan Januari ini, di Jember sudah tercatat sedikitnya 244 penderita. "Tiga orang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty," kata Kepala humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, Senin (18/01). Menurutnya, Semakin bertambahnya jumlah pasien DB di Jember, membuat pihak Dinas kesehatan Jember menyatakan Jember kini dalam kondisi waspada demam berdarah.
Kewaspadaan yang utama, katanya, di daerah Jember kawasan kota dan selatan. Meski semakin bertambah, namun jumlah penerita demam berdarah saat ini masih belum melebihi kasus DB pada bulan Januari 2006 lalu. "Pada bulan Januari tahun itu jumlah pasien DB sebanyak 422 orang hingga dinyatakan Kondisi Luar Biasa (KLB)," katanya.
Sementara di Bondowoso, Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah menyatakan dalam Kondisi Luar Biasa (KLB) demam berdarah. "Sekarang sudah tercatat ada 121 penderita. Dua orang di antaranya meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Agus Suwardjito.
MAHBUB DJUNAIDY