BPLS Siapkan Kolam Baru Penampung Lumpur

TEMPO Interaktif, SIDOARJO - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyiapkan kolam penampungan lumpur baru seluas 20 hektare.

Menurut Juru Bicara BPLS Ahmad Zulkarnain, penyiapan kolam baru karena kolam penampungan di Desa Ketapang dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, tak bisa menampung luapan lumpur. "Kolam Ketapang tak mampu menahan volume lumpur," katanya, Selasa (19/1).

Lumpur yang keluar dari pusat semburan terus mengalir ke arah barat di kedua kolam penampungan akibat terjadi amblas antara 1-2 meter. Sedangkan genangan lumpur semakin tinggi dan membahayakan jalur lalu lintas Surabaya-Malang serta jalur kereta api.

Pembuatan kolam baru, katanya, merupakan cara aman untuk mengendalikan luapan lumpur. Seharusnya, agar tak terjadi penumpukan lumpur dialirkan ke sungai Porong. Namun, belakangan permukaan sungai lebih tinggi dibandingkan kolam penampungan.

Untuk mengalirkan lumpur, dibutuhkan mesin pompa yang masing-masing berkapasitas 0,6 meter kubik per detik. "Kami masih menunggu kiriman 11 pompa lagi," katanya.

Sementara itu, warga Desa Kedungbendo memprotes pembangunan kolam baru tersebut. Apalagi kolam penampungan baru berbatasan dengan perkampungan warga. Mereka khawatir, kolam penampungan lumpur akan membahayakan jiwa warga setempat. Selain itu, lahan yang digunakan untuk pembuatan kolam penambungan baru itu belum mendapat ganti rugi.

"Untuk pembuatan kolam penampungan baru itu menggunakan 106 petak lahan warga yang hingga kini belum mendapat ganti rugi," kata Kepala Desa Kedungbendo, Hasan. Dia mengatakan warganya Mereka mengancam akan menghalangi pembuatan kolam penampungan lumpur baru. EKO WIDIANTO.