Diterjang Badai, 12 Warga Parigi Moutong Ditemukan Selamat

TEMPO Interaktif, Parigi - Setidaknya 12 warga Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah yang dihantam angin kencang putting beliung akhirnya ditemukan. Mereka terdampar di sebuah desa dalam kondisi selamat namun sudah tak berpakaian. Perahunya yang mereka gunakan juga hancur.

Kepala Badan Kesatuan Bangsda dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Parigi Moutong, Ronald Abast, Selasa malam ini mengatakan, 12 korban hilang itu berasal dari Desa Sidoan, kecamatan Tinombo. Mereka ditemukan sekitar 20 kilometer dari Desa Sidoan. "Tadi malam habis maghrib mereka sudah ditemukan terdampar," kata Ronald.

Ke-12 korban tersebut sempat hilang akibat perahu yang mereka gunakan melaut terbalik. Karena ombak yang ganas disertai angin kencang, perahu akhirnya tidak bisa dikendalikan. Perahu yang mereka gunakan juga diselamatkan, hanya saja dalam kondisi rusak.

Ia menyebutkan angin kencang tersebut memorak-porandakan empat kecamatan yakni Tinombo. Tinombo Selatan, Tomini dan Palasa. Namun yang terparah adalah Kecamatan Tinombo dan Tinombo Selatan. Tiga kecamatan tersebut terletak di bagian Utara Kabupaten Parigi Moutong atau sekitar 150-200 kilometer dari Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Data sementara menyebutkan, saat ini sudah terdapat 128 rumah rusak berat dan ringan. Rumah tersebut tersebar di desa Tibu, Tinombo, dan Palasa. Tapi tak ada korban jiwa.

Ronald Abast juga mengatakan, selain rumah rusak, jaringan listrik juga rusak mengakibatkan jaringan listrik di wilayah itu terganggu. "Kami berharap dari Dinas Sosial Provinsi segera memberikan bantuan," kata Ronald.

 

DARLIS