Waskita Karya Go Public Tahun Depan

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Waskita Karya menunda pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana yang mulanya ditargetkan selesai tahun ini. "IPO tahun depan, kita lihat dulu," kata Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Choliq di kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta (19/1).

Penawaran perdana saham Waskita telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat sejak pertengahan 2008. Proses ini kemudian terhenti akibat kesalahan dalam penghitungan akuntansi perusahaan. Untuk menyehatkan Waskita, pemerintah berniat menyuntikkan dana Rp 475 miliar melalui Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). "Kepastiannya menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah," ucap Choliq.

Saham yang akan ditawarkan pada publik maksimal 35 persen dari seluruh saham Waskita. Jumlah tersebut termasuk suntikan dana dari PPA yang terdilusi menjadi saham. Dia berharap dana yang terkumpul mencapai Rp 600 miliar. Dana ini sedianya akan digunakan untuk menyehatkan Waskita. "Biar sehat, habis disuntik lalu diinfus," ujar dia. Choliq erharap struktur modal perusahaan pelat merah itu kembali menguat.

Menurut Choliq, sejak 2008 Waskita telah tumbuh hingga 40 persen. Pada 2010 kontrak yang dikerjakannya bernilai Rp 12 triliun. Sebesar Rp 5 triliun merupakan proyek dari tahun sebelumnya dan sisanya Rp 7 triliun adalah proyek baru. "Paling banyak proyek perhubungan dan jalan tol," ujar dia.

Sekitar 90 persen proyek Waskita berasal dari pemerintah. Proyek di luar negeri hanya 5 persen. Krisis global dan sulitnya bergerak di luar negeri menjadi alasannya. Waskita menargetkan laba bersih senilai Rp 155 miliar pada 2010. "Dengan syarat dana PPA sudah masuk," ujar Choliq. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari target tahun lalu sebesar Rp 90 miliar.

FAMEGA SYAVIRA