Pembobolan Bank Turunkan Kepercayaan Publik

TEMPO Interaktif, Jakarta -Direktur Umum Bank Mandiri, Agus Martowidjojo khawatir pembobolan bank melalui mesin anjungan tunai mandiri dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap transaksi online.

Akibatnya besar, sebab mayoritas transaksi di Bank Mandiri dilakukan secara online. "Bank merupakan industri yang berbasis kepercayaan. Jika kepercayaan diragukan, akan berakibat buruk bagi industri perbankan," ujar Agus dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, (25/1).

Menurut Agus, 75 persen transaksi di Bank Mandiri dilakukan secara online baik melalui ATM, internet banking, dan phone banking. Ketua Persatuan Bank Nasional, Sigit Pramono pun sependapat pendapat Agus.

"Masalah ini bisa menganggu kepercayaan nasabah," kata dia. Meski jumlah kerugian yang diderita bank relatif kecil daripada aset total perbankan yang mencapai Rp 1.800 triliun.

FAMEGA SYAVIRA