TEMPO/Evita Fajar
Topik
Yenny Rahman, Berakhir Manis
TEMPO Interaktif, Jakarta -
“Ini tentang lika liku dan ujian hidup tidak kecil,” ujar aktris peraih piala Citra pada 1980, 1982 dan aktris terbaik Asia (1990) lewat film Kabut Sutra Ungu ini. Yenny berusia 14 tahun, ketika ditemukan bakatnya oleh mertua Lenny Marlina, Tuty Suprapto di arena ski di Jakarta. Film pertamanya, Ita Si Anak Pungut (1973). Dilanjutkan Rahasia Gadis (1975) dan puluhan film lain diantaranya, November 1828 (Teguh Karya), Kartini (Sjumandjaja), dan Doea Tanda Mata (Slamet Rahardjo).
Dari puluhan film, Yeyen masuk katagori aktris The Big Five dengan honor termahal bersama Roy Marten, Robby Sugara, Yati Octavia dan Dorris Callebout. Yenny mengaku, ayahnya tak pernah setuju ia menggeluti dunia seni,“Baju-baju saya dibakar, tidak diajak bicara bertahun-tahun, sampai saya dianugerahi aktris terbaik dan Asia terbaik, baru ayah menerima,” ujar ketua umum organisasi Aktor dan Aktris Film Indonesia (Parfi) ini.
Belum lagi, perpisahan dengan Budi Prakoso (adik Setiawan Djody) menimbulkan perseteruan untuk hak asuh putri mereka, Ayu Sekarini kini 23 tahun. Ayu tinggal bersama ayahnya sampai sekolah desain grafis di Amerika Serikat. Yenny kembali gagal membina rumah tangga dengan Romo Niti Yudho atau Robert Wahyu yang berpisah pada 2007.
“Saya dan Ayu terpisah hampir 12 tahun, sejak Ayu ulang tahun ke-4. Sekarang, kami tak terpisahkan. Mesra sekali,” ujar Yenny, kini menjadi istri Supradjarto, direktur bank pemerintah yang memiliki dua putra dari almarhum istrinya.
Hubungan dengan ayah Ayu pun berjalan baik, Yeyen berterimakasih mantan suaminya, telah mendidik putrinya dengan baik. “Kami datang ke wisuda Ayu bersama,” kata Yenny senang. “Mama, ibu yang oke. Kendati berjilbab, saya tidak dipermasalahkan memiliki tato,” jawab Ayu yang punya tato wayang di lengan kanannya ini.
Apa hikmah di balik berbagai ujian kehidupannya yang kini berakhir manis, Yenny mengaku, aktris atau orang film memiliki sifat egois tinggi. “Saya sudah diuji berkali-kali. Kini harus menerima kekurangan orang lain. Senyum dan bahagialah, walaupun tidak suka. Inilah ridho Tuhan,” kata Yeyen bijak.
EVIETA