Topik
Pengusaha Properti Jawa Barat Revisi Target Penjualan
TEMPO Interaktif, BANDUNG - --Pengusaha akan segera merevisi target penjualan rumah bersubsidi terkait rencana pemerintah pusat menghapuskan subsidi bunga dan uang muka bagi Rumah Sederhana Sehat.
"Kami tentu akan merevisi, karena penjualan tahun kemarin agak meningkat akibat daya tarik pembayaran yang hanya bunga saja." kata Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat seluruh Indonesi Jawa Barat Ferry Sandiyana. Senin (25/1).
Ia menyatakan, rencana penerapan pola baru subsidi dengan penempatan langsung dana subsidi ke bank penyalur bukanlah cara terbaik mendongkrak pemenuhan perumahan untuk masyarakat."Jadi tidak ada daya tariknya bagi masyarakat, dengan pola yang sudah berjalan saja sudah sangat cukup, saya tidak tahu kebijakan menteri sekarang itu," katanya
Ferry menjelaskan, target tahun ini diperkirakan ada sekitar 6 - 8 ribu unit yang ingin dijual. Namun, melihat kondisi perubahan kebijakan perumahan yang akan diterapkan kemungkinan hanya tetap sekitar 4 ribu unit saja.
Pemerintah rencananya akan menempatkan dana subsidi di bank penyalur perumahan. Dimana diharapkan likuiditas bank meningkat sehingga bunga KPR nya bisa 6 persen sampai 7 persen saja. Sehingga konsumen yang membeli rumah seharga Rp55 juta, bisa mendapatkan cicilannya hanya sekitar Rp 400.000.
"Dengan kondisi yang sekarang, tentunya kita akan merevisi target penjualan apakah akan naik atau turun itu tergantung dari kebijakan pemerintah yang akan diterapkan nantinya, karena untuk perumahan rakyat itu tergantung daya beli masyarakat juga." ujarnya.
ALWAN RIDHA RAMDANI