Honor Dipotong, Panitia Pemilihan Bengkulu Ancam Mogok

TEMPO Interaktif, Bengkulu - Niat Pemerintah Provinsi Bengkulu memangkas honor Panitia Pemilihan Kecamatan dari usulan Komisi Pemilihan Umum Daerah Bengkulu menimbulkan reaksi dari Panitia.

Jika hal itu benar terjadi, anggota Panitia Pemilihan se- Provinsi Bengkulu akan melakukan aksi mogok kerja. Hal itu dapat menghambat aktivitas tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah yang direncanakan akan berlangsung pada 3 Juli 2010 mendatang.

Menurut Ketua Komisi Provinsi Bengkulu Dunan Herawan, kemarin Komisi mengusulkan honor untuk ketua Panitia Rp 1 juta per bulan dan anggota sebesar Rp 750 ribu per bulan. Honor itu akan diberikan selama delapan bulan. Namun usulan itu dipangkas oleh Pemerintah.

Masih kata Dunan, satuan III Pemerintah Provinsi mengembalikan honor sesuai dengan saat pemilihan presiden dan pemilu legislatif lalu. Yaitu ketua Panitia sebesar Rp 750 ribu per bulan dan anggota sebesar Rp 500 ribu bulan.

Dunan sendiri telah mendengar adanya ancaman aksi mogok tersebut. Makanya saat ini Komisi sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah provinsi agar kesepakatan yang dibuat antara Komisi, Pemerintah, dan Dewan tentang honor tersebut tidak dikurangi.

“Kita harap Pemprov menjalankan anggaran tersebut sesuai dengan yang telah kita sepakati bersama,” katanya.

Dunan mengharapkan pengurangan itu tidak terjadi, mengingat tugas Panitia pada pemilihan kepala daerah serentak cukup berat. Takutnya lagi ancaman mogok tersebut benar-benar terjadi sehingga pemilihan yang telah berjalan terancam batal.

Komisi dalam waktu dekat akan melakukan dengar pendapat dengan Pemerintah provinsi perihal pemangkasan honor tersebut. Dia mengharapkan Pemerintah dapat mengakomodir aspirasi Panitia Pemilihan tersebut sebagai bentuk dukungan mensukseskan pemilihan gubernur.

“Jika mereka tidak disupport, tentu Pilkada tidak akan sukses. Presiden sendiri, melalu Mendagri telah menginstruksikan agar Pemda mensupport pelaksanaan Pilkada,” katanya .

 

PHESI ESTER JULIKAWATI