Indonesia Harus Memacu Ekspor ke Cina
TEMPO Interaktif, Jakarta -Direktur Global Nexus Institute, Christian Wibisono menegaskan agar Indonesia jangan mau kalah dengan Negara Tirai Bambu, Cina dalam kesepakatan perdagangan bebas atau FTA wilayah ASEAN dengan Cina..
Menurut data yang didapat pihaknya, Indonesia masih menempati urutan di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand dalam hal mengekspor barang ke Cina, yakni sebesar US$ 139,3 juta.
"Pemerintah harus secepatnya memberi target untuk semua program yang dikerjakan, agar tidak hanya mempertinggi nilai ekspor, tapi juga bisa menghadapi FTA APEC pada 2020 nanti," katanya disela seminar When China Rules The World di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/1).
Sementara itu menurut penasihat politik Kedutaan Besar Cina di Indonesia, Hua Ning, Cina sangat menganggap penting kedudukan Indonesia dalam hal ekonomi. "Karena negara ini salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, meski sedang menghadapi krisis," ujarnya.
Hua Ning percaya Indonesia dapat menambah tingkat ekspor barang ke luar negeri. "Selama 2003 hingga 2008 misalnya, ekspor Indonesia ke Cina meningkat 30 persen," tegasnya. Hal itu membuat investasi Cina ke Indonesia dalam satu tahun terakhir meningkat 30 persen.
Dia juga mengatakan, dalam menghadapi pasar internasional, Indonesia harus bisa meningkatkan keterampilan pekerjanya agar bisa bersaing dengan negara lain. "Ini juga kami terapkan di negara kami," ujarnya.
SUTJI DECILYA