Empat Warna Hidup

TEMPO Interaktif, Panggung hiburan kini menjadi primadona. Tanyakanlah kepada anak, saudara, atau tetangga, hampir dipastikan semua ingin merasakan gemerlap ingar-bingar panggung yang kini melebar menjadi industri.

"Saya sadar, keinginan banyak orang adalah menjajal dan mencicipi bidang ini. Namun hanya sedikit yang tahu bagaimana membekali diri," kata Upi Thaib, pemilik Natasa Group--sebuah perusahaan yang mempersiapkan pendidikan bagi calon bintang, mulai model, presenter, penyanyi, hingga perancang. Ia juga memiliki sebuah butik gaya hidup lengkap yang menjadi acuan di Surabaya dan Jakarta. Kini sejumlah pengisi jagat hiburan adalah alumni lembaga pendidikan miliknya.

Diakuinya, permintaan industri hiburan kian gencar. "Namun saya tetap menyajikan sistem dan kurikulum sesuai dengan standar operasional," ujar penyuka parfum Chanel ini. Karena itu, di lembaganya, Upi menciptakan paket menyeluruh, tidak hanya semata mempersiapkan diri menjadi bintang, tapi juga aspek bisnis, kepemimpinan, manajemen, sampai psikologi. "Itu penting karena dunia ini menantang sikap profesional."

Di jagat selebritas dan sosialita, nama Upi seperti label papan atas yang sudah menempel lekat dalam kehidupan kosmopolitan, lantaran kepiawaiannya berkarier di seluk-beluk gaya hidup dan entertainment. "Banyak orang memandang sepele. Seperti tak serius mempersiapkan diri berkarier di bidang ini," ucap Upi saat ditemui di kediamannya di sebuah apartemen di bilangan Sudirman, Jakarta, pekan lalu.

"Padahal tidak ada sebuah karier di bidang atau dunia mana pun yang dikerjakannya dengan asal. Supaya hasilnya maksimal, semua harus total, profesional, dan pakai ini," ujar wanita bertubuh jangkung ini sambil menunjuk jari telunjuknya ke bagian dada, yang berarti hati.

Sudah menjadi keputusan mantan model, atlet, dan bintang ini, bahwa dalam mengerjakan apa pun harus dengan yang diutarakan sebelumnya. Memang berat, ketika totalitas itu harus diwujudkan dalam kerja serius dan bersungguh-sungguh. "Hal ini menjadi tantangan, apakah kita mampu mengerjakan dan memberikan hasil terbaik," ucap wanita berkulit putih ini sambil tersenyum.

Bukan hal mudah untuk mengerjakan banyak tugas menjadi keberhasilan atau kesuksesan. Penyuka fitness dan membaca buku-buku biografi orang ternama serta motivasi pengembangan diri ini mengaku harus berani menetapkan keputusan, mengerjakan secara all in, dan siap gagal. "Pokoknya harus bisa menanamkan empat warna dalam kehidupan ini," ucapnya. Ia menjelaskan bahwa keempatnya adalah meyakini, mencoba, mengerjakan, dan menerima. "Memang tidak mudah. Semua butuh proses, tapi saya melakoni dengan siap gagal, jatuh-bangun, dan memacu adrenalin hingga bisa seperti sekarang."

Upi memulai karier sejak usia muda. Saat duduk di bangku SMA, ia tertarik pada dunia kerja dengan menjadi agen asuransi karena ajakan teman, lalu dibarengi dengan berkarier sebagai model dan menjadi atlet bola basket. Lagi-lagi Upi menjalani empat warna dalam masa remajanya. Sekolah, karier asuransi, model, dan atlet, yang semuanya membuat ia harus terlatih sebagai bunglon.

"Di basket, saya belajar kerja sama dan strategi. Di model belajar profesional, jaringan, serta sisi rasa sukses glamoritas. Pada karier asuransi, saya belajar keuletan dan tahan uji. Di sekolah, saya harus disiplin dan kemauan belajar," tuturnya.

Wanita yang pernah menikah dengan putra seorang tokoh penting di Jawa Timur ini memaknai pergulatan pada keempat warna di masa remajanya sebagai bekal yang terus terasah hingga ia meniti karier di berbagai bidang.

Pada pertengahan 1980-an, menjadi atlet nasional yang berwajah rupawan, berotak encer, dan menjadi model papan atas setingkat Donna Harun serta Larasati tak membuat Upi tinggi hati. Anak ketiga dari lima bersaudara ini selalu teringat pada pesan ayahnya soal sikap profesional, totalitas, dan siap gagal. "Awalnya tidak pernah mudeng (mengerti). Tapi setelah dilakoni, ya, beginilah," ujar Upi. HADRIANI P