foto

Aburizal Bakrie, saat jumpa disela-sela acara Munas Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Selasa lalu. Aburizal, Kamis dini hari tadi (8/10) terpilih sebagai ketua Partai Golkar. Foto : TEMPO/Imam Sukamto

Aburizal Bakrie Bantah Pemakzulan Boediono

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie membantah pernyataan "Partai Beringin" dalam sebuah jumpa pers yang menilai pemakzulan atas Wakil Presiden Boediono terbuka lebar. "Tidak benar Golkar menyatakan sikap atau penilaian seperti itu," kata Aburizal melalui juru bicaranya Lalu Mara Satriawangsa dalam keterangan persnya, Jumat (29/1).

Aburizal BakrieAburizal menegaskan, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto tidak pernah membicarakan pemakzulan. "Jadi berita itu sama sekali tidak benar," ucap Lalu Mara.

Selain mengkonfirmasi hal itu kepada ketua Fraksi Partai Golkar, Aburizal juga mengkonfirmasi kepada fungsionaris Golkar Indra J Piliang yang hadir dalam jumpa pers Fraksi Partai Golkar. "Indra J, Piliang juga mengatakan tidak ada pernyataan itu. Jadi sekali lagi berita itu tidak benar," ucapnya.

Seperti yang dimuat Koran Tempo, Jumat (29/1), Fraksi Partai Golkar siap memakzulkan Wakil Presiden Boediono. Golkar mengklaim telah menemukan 10 keganjilan dalam kasus Bank Century sebagai alas untuk mendongkel Boediono. “Kami akan merekomendasikan pemakzulan Boediono,” kata Setya Novanto di Jakarta, Kamis (28/1).

Sikap Golkar ini belum menjadi kesimpulan akhir Panitia Angket. Namun anggota Panitia Angket dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy, mengatakan sikap Beringin amat mempengaruhi kesimpulan akhir. “Bila Golkar merapat ke Demokrat, Boediono dan Sri Mulyani akan aman,” kata Roma.

Menurut Setya, rekomendasi pemakzulan Boediono bakal dibawa ke Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui mekanisme penggunaan hak menyatakan pendapat. Dari MPR, rekomendasi pemakzulan akan diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi untuk diuji.

BOBBY CHANDRA