Jalan Arteri Porong-Gempol Diklaim Aman dari Luapan Lumpur Lapindo

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan peletakan tiang pancang pembangunan jalan arteri Porong-Gempol, Sabtu (30/1). Jalan arteri sepanjang 7,1 kilometer ini merupakan pengganti jalan utama Porong-Gempol yang menghubungkan Surabaya-Malang. Jalan dua lajur ini menggunahan lahan seluas 123,7 hektare, 66 persen di antaranya telah dibebaskan. "Pembangunan jalan selesai Desember 2010," kata Djoko.

Pembangunan jalan arteri ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 400-an miliar. Lokasi jalan arteri pengganti berjarak sekitar 500 meter dari jalan arteri awal. Ia optimistis jalan arteri baru ini terbebas dari ancaman luapan lumpur Lapindo yang keluar dari pusat semburan. Alasannya, lokasi jalan arteri aman lantaran jauh dari pusat semburan.

Djoko menyebutkan pemilihan lokasi jalan arteri didasarkan kajian mendalam oleh pakar geologi. Tujuannya, memastikan kawasan tersebut aman dan tak terganggu dari bencana geologi sejenis. Jalan arteri pengganti Porong-Gempol ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di pinggir tanggul penahan lumpur.

Sedangkan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan potensi kerugian akibat lumpur Lapindo mencapai Rp 11 triliun per tahun. Total, selama tiga tahun ini kerugian ekonomi Jawa Timur mencapai Rp 33 triliun. "Data ini berdasarkan kajian Universitas Brawihaja Malang," katanya.

Luapan lumpur Lapindo, katanya, mengakibatkan jalan utama yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah selatan Jawa Timur terganggu. Kemacetan mengakibatkan biaya trasnportasi ekonomi dari sejumlah industri di Pasuruan dan Malang menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membengkak. Bahkan, sejumlah industri juga tenggelam tertimbun lumpur Lapindo.

 

EKO WIDIANTO