Topik
Infografis
Pulau Buatan Dibuat di Muara Kali Porong dari Aliran Lumpur Lapindo
TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) memanfaatkan lumpur Lapindo yang dialirkan melalui kali Porong menjadi pulau seluas 83 hektare. Lokasi pulau buatan ini berada di muara Kali Porong di sekitar pesisir Sidoarjo. "Lumpur dikeruk dan ditimbun sejak 2008," kata kepala badan pelaksana BPLS, Sunarso, Sabtu (30/1).
Pengerukan lumpur di muara kali Porong ini, juga bertujuan memperlancar aliran lumpur Lapindo. Alasannya, permukaan tanah di muara kali Porong lebih tinggi, sehingga menyebabkan aliran lumpur tak lancar. Dengan volume lumpur yang keluar dari pusat semburan di sumur Banjar Panji mencapai 100 ribu meter kubik per hari ini ditimbun menjadi pulau untuk menahan rob dan gelombang laut.
Kini, pulau buatan ini menjadi hutan mangrove atau bakau. Sekitar 50 ribu bibit tanaman mangrove disebar di kawasan pulau lumpur ini. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammmad Hatta turut menanam bibit mangrove.
Pulau seluas 40 hektare ini, sekitar separuhnya telah ditanami mangrove. Rencananya, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengolah pulau lumpur menjadi taman wisata bio ekologi. Selain ditanami hutan bakau, juga akan disebar bibit udang dan ikan untuk memperkaya biota laut di kawasan ini.
"Dibalik musibah ada hikmah, ini akan jadi lokasi wisata andalan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Berdasarkan penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan, air lumpur Lapindo tak merusak biota laut. Bahkan, lumpur Lapindo dipercaya berkhasiat untuk menghaluskan kulit.
EKO WIDIANTO
Web via