Topik
Investor Ragukan Pemulihan Ekonomi
TEMPO Interaktif, New York - Bursa saham New York mengakhiri perdagangan pada Januari dengan rapor merah lantaran investor masih meragukan proses pemulihan ekonomi. Walaupun dalam kuartal IV-2009 lalu Produk Domestik Bruto Amerika Serikat tumbuh 5,7 persen di atas perkiraan para analis sebesar 4,5 persen tetap tak mampu mengatrol kinerja bursa saham.
Akhir pekan lalu indeks industri Dow Jones ditutup turun 53,13 atau 0,52 persen ke level 10.067,33. Secara akumulasi, selama sepekan turun indeks Dow Jones sudah jatuh 105,65 poin atau 1,04 persen, dan sepanjang Januari terpangkas 360,72 poin atau 3,46 persen.
Saham sempat menguat pada Jumat lalu setelah Departemen Perdagangan Amerika merilis data pertumbuhan domestik bruto 5,7 persen yang di atas prediksi analis. Namun, membaiknya data ekonomi ini juga diikuti meningkatnya pertanyaan terhadap jalannya pemulihan ekonomi, sehingga indeks kembali ditutup negatif.
“Data PDB ini terlihat cukup bagus di permukaan,” ujar senior ahli strategi investasi dari Ridge Worth Investment, Alan Gayle. “Tetapi, bila Anda buka, Anda akan melihat bahwa faktanya tidak akan sebagus yang terlihat dari luar”.
Michael Sheldon, kepala strategi investasi dari RDM Finasial Group, mengatakan data pertumbuhan tersebut bisa menyingkirkan keraguan investor bila perbaikan ekonomi berjalan konsisten. Pertanyaan apakah proses pemulihan bertambah setelah kebijakan pemerintah Cina yang meredam laju ekonominya, serta rencana presiden Obama merevisi aturan perbankan yang memicu kejatuhan saham.
AP | VIVA B. KUSNANDAR