Petani antre membeli pupuk urea bersubsidi di halaman jembatan timbang di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (29/11). ANTARA/Aguk Sudarmojo
Topik
Petani Protes Penyimpangan Pupuk Bersubsidi
TEMPO Interaktif, Jambi- Sekitar 50 orang petani dan elemen masyarakat Jambi berunjuk rasa ke gedung DPRD Provinsi Jambi hari ini. Mereka mempertanyakan sikap anggota dewan atas dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi.
"Sebelumnya kami sudah melaporkan masalah penyimpangan pupuk bersubsidi ini, tapi tidak ditanggapi sama sekali", kata Fredi, Koordinator aksi unjuk rasa, dalam orasinya di depan gedung DPRD Provinsi Jambi.
Para pengunjuk rasa menilai, pupuk bersubsidi di daerah Jambi salah sasaran akibat ulah para oknum distributor pupuk. Seharusnya pupuk itu jatah para petani kecil, tapi lari ke tangan perusahaan perkebunan besar.
Contohnya, warga Desa Tanjunglebar, Kecamatan Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, 80 kepala keluarga mayoritas Suku Anak Dalam yang tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau menerima pupuk bersubsidi pada 2009. "Tapi kami tidak pernah mendapat jatah pupuk bersubsidi," kata Maliki, warga Desa Tanjunglebar kepada Tempo.
Aksi yang berlangsung mulai pukul 10.00 - 13.00 WIB, berjalan dengan damai. Selama aksi berlangsung, tak satu pun dari anggota dewan yang menemui para demonstran.
Manager Area Pemasaran Pusri Jambi, Ahmad Tanzil mengemukakan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi ditengarai melibatkan oknum aparat, dan orang-orang besar.
"Buktinya, dengan tidak pernah tuntasnya setiap kasus mengenai penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi," kata Ahmad kepada wartawan beberapa waktu lalu.
SYAIPUL BAKHORI





