Anak Diduga Korban Babe, Suami-Istri di Magelang Dites DNA

TEMPO Interaktif, Magelang - Kepolisian Resor Magelang melakukan uji tes DNA orang tua anak yang dilaporkan hilang pada 2002 silam karena diduga korban pembunuhan Baekuni alias Babe, 49 tahun.

"Keterkaitan ini yang masih kami selidiki," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Aris Suwarno, Senin (1/2).

Anak tersebut merupakan warga Dusun Puleh Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur. Dia dilaporkan hilang pada Kepolisian Sektor Borobudur pada 7 Januari 2002. Saat hilang, dia berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar.

Menurut polisi, pengambilan sampel darah orang tua sang anak, Askin, 55 tahun, dan Isromiyah, 45 tahun, dilakukan pada Jumat (29/1) pekan kemarin. Sampel darah itu lantas diuji ke Laboratorium Kedokteran Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Semarang. Hasilnya, akan dicocokkan dengan mayat-mayat korban Babe yang telah ditemukan polisi. "Kemungkinan dua mingguan hasilnya baru keluar," kata Aris.

Askin membenarkan polisi telah mengambil sampel darahnya untuk dibawa ke laboratoium. Namun, lanjut dia, hingga kini belum ada kabar terbaru terkait pengambilan sampel darah itu.

Anak yang hilang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Askin mengingat anak keduanya itu hilang pada tanggal 6 Januari 2002 silam. "Besoknya saya segera lapor ke polisi," kata Askin.

Askin mengatakan sebelum diketahui menghilang anaknya pergi mendatangi pengajian akbar di Desa Tegalarum bersama teman sebayanya, Rudi Sulistiyo yang saat itu berumur 10 tahun. Desa ini bertetangga dengan Desa Kebonsari dan berjarak sekitar dua kilometer. "Anak saya kelas 6, Rudi kelas 5," kata Askin mengenang.

Sejak anaknya dilaporkan menghilang, Askin mengaku sama sekali tak mengetahui keberadaan anaknya. Bahkan setelah dia datang melapor ke polisi.

Kini, Askin mengaku pasrah dengan keberadaan anaknya. Segala upaya pencarian telah dilakukan, namun tak kunjung membuahkan hasil. Sejak polisi datang mengambil sampel darahnya dan istrinya, Askin berharap ada sedikit petunjuk tentang keberadaan anaknya. "Kalau memang itu kehendak Tuhan, ya sudah," kata dia.

Polisi menangkap Babe pada 9 Januari karena diduga sebagai pelaku pembunuh dan mulitasi anak berusia 9 tahun di saluran Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur. Paling tidak ada lebih dari 10 anak menjadi korban Babe.

ANANG ZAKARIA