Gaya Bicara Penculik Anak di Magelang Mirip Babe

TEMPO Interaktif, Magelang - Logat penculik Sulistiono, anak yang dilaporkan hilang pada tahun 2002, dilaporkan sangat mirip dengan Baekuni alias Babe, 49 tahun, pelaku sodomi, dan mutilasi 14 anak.

“Saya ingat dia berkumis, bicaranya seperti terlihat di televisi,” kata Rudi Sulistiono, 18 tahun, Senin (1/2).

Remaja warga Dusun Puleh Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur itu merupakan saksi mata penculikan Sulistiono pada 6 Januari 2002 silam. Saat itu, Rudi masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar.

Rudi mengatakan ingatan wajah penculik itu telah memudar. Yang dia ingat hingga kini, adalah gaya bicara dan kumis sang penculik. “Yang lain saya lupa, sudah lama sekali,” kata dia.

Dia mengatakan sebelum menghilang, Sulistiono pulang bersamanya dari pengajian akbar yang digelar di Desa tetangga. Di tengah perjalanan, mereka dihampiri oleh seseorang yang mengaku bernama Heri, warga Kali Salak Salaman Magelang. Lelaki yang baru mereka kenal itu meminta diantar ke taman wisata Candi Borobudur, berjarak enam kilometer dari Tegalarum.

Pada Sulistiono dan Rudi, Heri menjanjikan akan memberikan es krim di Borobudur. Bahkan sepulang dari Borobudur, Heri berjanji akan membelikan keduanya sepeda dan mainan game baru.

Rudi mengenang, mereka bertiga pun berangkat menuju Borobudur dengan menumpang bis umum. Setelah beberapa saat di Borobudur, Heri mengajak mereka pulang dengan menumpang bus umum.

Namun, lanjut Rudi, sesampai bis yang mereka tumpangi di Desa Tegalarum, Heri meminta Rudi turun. Heri beralasan, akan mengajak serta Sulistiono ke rumahnya untuk mengambil sepeda dan mainan game yang dijanjikan. “Sejak itu hilangnya (Sulistiono),” kata Rudi.

Askin, 55 tahun, bapak Sulistiono, mengaku pernah mencari lelaki bernama Heri itu di daerah Kali Salak Salaman. Namun tak ada warganya yang bernama Heri dengan ciri-ciri yang ditunjukkan Rudi. “Ada Heri pengawai negeri, tapi bukan yang itu,” kata dia.

Sejak dilaporkan hilang ke Kepolisian Sektor Borobudur sehari setelah menghilang, Askin mengaku tak pernah lagi mendengar kabar keberadaan anaknya.

ANANG ZAKARIA